Waspada DBD dan Zika
Pantau DBD, Dinkes Kota Bandung Pelototi Rumah Sakit dan Puskesmas
Susatyo mengatakan, sejumlah upaya dan langkah unuk menekan kasus DBD telah dilakukan dan disiapkan.
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mulai menyoroti perkembangan kasus DBD di daerahnya.
Hal itu menyusul jumlah kasus DBD di sejumlah daerah mulai mengalami peningkatan akhir-akhir ini.
Belum lagi adanya ancaman Virus Zika yang penularannya melalui gigitan nyamuk.
Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Susatyo Triwilopo, mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan secara ketat ke setiap daerah.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap puskesmas dan rumah sakit yang dilakukan secara terus-menerus.
"Sudah kami berlakukan. Karena itu (DBD) juga memiliki gejala yang sama dengan Virus Zika," ujar Susatyo kepada Tribun melalui sambungan telepon, Selasa (2/2/2016).
Kendati begitu, menurut Susatyo, jumlah kasus DBD di Kota Bandung pada Januari 2016 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan Januari 2015. Adapun jumlah kasus DBD pada Januari 2015 sekitar 350 kasus.
"Saya ada angka sementara karena ada keterlambatan laporan, saya memperkirakan tidak lebih dari 200 kasus. Terakhir angkanya 172 kasus tapi itu masih ada RS yang belum lapor," kata Susatyo.
Susatyo mengatakan, sejumlah upaya dan langkah unuk menekan kasus DBD telah dilakukan dan disiapkan. Di antaranya, mendorong masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri dan menyiapkan penyemprotan nyamuk.
"Foging bukan pilihan pemberatsan sarang nyamuk, tapi kami lebih mendorong masyarakat melakukan 3 M plus. Plusnya itu bisa pasang kelambu, pasang kawat nyamuk di lubang angin, memelihara ikan di tempat air yg tidak bisa dikuras. Menanam tanaman antinyamuk seperti lavender," kata Susatyo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nyamuk-tengah-menyedot-darah_20151116_122927.jpg)