Kisah Inspiratif
Mengharukan, Imas Bertahun Tahun Rawat Ayahnya yang Stroke dan Ibunya yang Lumpuh
Sudah enam tahunan kondisinya kayak gini. Sudah gak bisa gerak, kalau makan disuapin aja.
Penulis: dra | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bakti seorang anak kepada orangtua dilakukan setulus hati. Itulah yang ditunjukan oleh Imas Maryati (48).
Meski sudah memiliki keluarga sendiri bahkan telah memiliki cucu, Imas tetap rela dengan sabar merawat kedua orangtuanya Omo (87) dan Oja (60) yang sedang mengalami sakit sendirian.
Ayahnya Omo mengalami sakit stroke sehingga sudah tak mampu lagi berjalan bahkan bergerak. Sedangkan ibunya, Oja kakinya lumpuh serta matanya sudah buta lantaran penyakit katarak yang telah diderita lama.
"Sudah enam tahunan kondisinya kayak gini. Sudah gak bisa gerak, kalau makan disuapin aja. Kalau Emak udah dari dulu sakit kataraknya. Sekarang sudah gak bisa lihat sama sekali," ujar Imas saat menceritakan kondisi ayah di kediaman orangtuanya di Jalan Pratista II Rt 01/18 Kelurahan Antapani Kidul Kecamatan Antapani Kota Bandung, Kamis (12/11/2015).
Imas dan kedua orangtuanya tidak tinggal satu rumah. Namun, masih tetap berdekatan. Kedua orangtuanya tinggal di rumah semi permanan bertembok triplek tepat di bibir Sungai Cidurian. Panjangnya sekitar 6 meter sedangkan lebarnya 3 meter yang dibagi untuk ruang teras, ruang tamu yang menyatu dengan tempat tidur dan kamar mandi.
Setiap hari, Imas datang dari pagi ke kediaman orangtuanya itu. Seorang diri, Imas menggendong ayahnya dari dalam rumah ke teras dan dibaringkan diatas kasur busa tipis. Sedangkan ibunya Oja, tetap berbaring di ranjang di dalam rumah.
Tadi siang pun, Imas dengan cekatan mengurus ayahnya. Ia suapi ayahnya itu dengan penuh kasih sayang. Selesai memberi makan, ia membalurkan minyak kayu putih sambil memijit-mijit tubuh ayahnya. Beres mengurus ayahnya, Imas pun beralih mengurus ibunya.
"Saya anak satu-satunya, sodara-sodara bapak sudah meninggal. Jadi saya yang urus," katanya.
Sungguh, apa yang dilakukan Imas kepada orangtuanya patut dicontoh. Satu sisi ia harus berbakti kepada orangtuanya. Di sisi lain, ia pun harus mengurus anak, cucu dan suaminya.
Imas menuturkan, hal ini ia lakukan sebagai bakti terhadap orangtua. Apalagi dengan kondisi orangtuanya saat ini, tentu setiap hari ia harus siaga menanti orangtuanya.
"Setiap hari saya jagain. Makanya saya gak bisa pergi kemana-mana, kalau pergi siapa yang ngurus," katanya.
Imas menuturkan, dari segi ekonomi, Imas sendiri mengaku kesulitan. Pekerjaan ia dan suami yang hanya sebatas kerja serabutan, tentu tak bisa ia harapkan. Untungnya, Imas berada dilingkungan warga yang begitu baik. Menurutnya, warga di Rw 18 begitu perhatian kepada keluarganya itu.
"Tiap bulan juga dari RW dikasih beras 15 kilo buat bapak sama emak," katanya. (dra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/imas-rawat-ayahnya_20151112_160344.jpg)