Minggu, 12 April 2026

Hebat, Cireng Buatan Rini Sudah Dipasarkan ke Arab, Amerika, Belanda

Keluarga saya sangat suka hasilnya. Setelah ditawarkan ke tetangga, mereka malah memesan cireng lagi. Dari situ, cireng saya dibuat dalam jumlah banya

GARUT, TRIBUN - Awalnya, pasangan Dicky Indria (48) dan Rini Nuraeni (33) hanya iseng-iseng berjualan cireng. Namun kini, jajanan khas Sunda berupa olahan tepung tapioka dan rempah karya pasangan ini telah dinikmati di hampir di seluruh Indonesia dan belasan negara.

Semua berawal pada 2006, saat mereka mencoba membuat cireng untuk dikonsumsi keluarganya. Dicky mengatakan mereka berkali-kali gagal membuat cireng yang sempurna, setelah menggonta-ganti resep dan bahan baku.

Mulai dari tepung tapioka sampai tepung sagu mereka coba untuk dibuat cireng. Tidak jarang, hasilnya gagal. Hasil eksperimennya tidak berasa, terlalu benyek, terlalu keras, atau bahkan tidak dapat dibentuk.

Sampai akhirnya, mereka menemukan metode membuat adonan cireng menggunakan tepung tapioka dan rempah dengan cara dikukus setelah dicetak menggunakan bambu. Setelah setengah jadi berbentuk silinder, adonannya dipotong-potong kemudian digoreng.

"Keluarga saya sangat suka hasilnya. Setelah ditawarkan ke tetangga, mereka malah memesan cireng lagi. Dari situ, cireng saya dibuat dalam jumlah banyak dan memenuhi pesanan," kata Dicky saat ditemui di rumah produksinya di Perumahan Bumi Pasanggrahan Indah di Jalan Raya Cilawu, Rabu (25/2).

Cireng Bapake buatan mereka semakin terkenal dan banyak yang memesan. Mereka pun semakin giat mengikuti pameran makanan di Garut dan Bandung. Ratusan bungkus cireng pun dapat habis terjual dalam sehari pameran.

Kini, mereka bisa menjual 50 kilogram cireng pada hari biasa dan 100 kilogram cireng pada akhir pekan atau hari raya. Satu kemasan cireng berbentuk silinder berbobot 285 gram. Cireng rasa original harganya Rp 5.500 dan cireng rasa pedas berharga Rp 6.000.

Dicky mengatakan Cireng Bapake telah dipasarkan ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk Papua. Respons yang diberikan para penikmatnya sangat positif.

"Cireng ini sudah dipasarkan di Malaysia, Singapura, Australia, Korea Selatan, Jepang, Swedia, Amerika Serikat, Belanda, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab," katanya.

Cireng tersebut dibuatnya tanpa menggunakan bahan pengawet. Karenanya, hanya dapat bertahan 14 hari di suhu ruangan. Namun, jika disimpan di lemari pendingin atau freezer, katanya, bisa mencapai 1 atau bahkan 4 bulan. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved