Dampak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
Tarif Angkutan di Garut Sudah Naik Seribu
Siswa pun banyak yang terlambat datang ke sekolah.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
GARUT, TRIBUN -Tiga siswi ini harus menempuh perjalanan tidak seperti biasanya untuk mencapai sekolah atau kembali ke rumahnya pada Selasa (18/11). Angkutan umum yang biasa mereka tumpangi mogok untuk memprotes kenaikan harga BBM bersubsidi hari itu.
Seorang siswi SMKN 1 Garut, Ayu Nidawinangun (17), harus berebut angkutan umum dari rumahnya di Desa Sukamurni, Kecamatan Cilawu, untuk pergi ke sekolahnya. Saat itu sebagian besar angkutan umum jurusan Cilawu-Guntur mogok massal.
Ayu harus duduk sangat berdesakan di dalam angkutan umum. Dia harus membayar ongkos lebih mahal, yakni Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 3.000. Kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum jurusan Cipanas-Guntur dengan biaya Rp 2.000, atau lebih mahal Rp 1.000 dari biasanya.
"Saya masih beruntung dapat angkutan umum pas pagi. Banyak siswa yang terlambat gara-gara terlambat tidak dapat angkutan. Banyak yang terpaksa naik mobil bak terbuka atau kendaraan lain untuk ke sekolah," kata Ayu.
Hal serupa dialami siswi asal Desa Ciburial di Kecamatan Leles, Rima. Dia harus naik minibus elf untuk ke sekolahnya karena tidak mendapatkan angkutan umum.
"Itu juga harganya lebih mahal Rp 1.000. Hampir terlambat masuk sekolah karena tadi pagi tidak ada angkot yang lewat di Leles," katanya.
Berbeda dengan siswi lainnya, Ai Susilawati telah mengetahui bahwa angkutan umum Samarang-Guntur mogok massal hari itu. Dia pun langsung diantarkan saudaranya dari Samarang ke sekolah.
"Saya bingung. Apa kalau mereka demo, harga BBM turun lagi. Yang ada malah kami yang kesusahan ke sekolah. Banyak sekali siswa yang jadi korban karena angkot pada demo semua," tutur Ai.
Akhirnya sepulang sekolah, mereka pun harus menunggu saudaranya menjemput pulang setelah puluhan menit tidak kunjung menemukan angkutan umum yang dapat mengantar mereka pulang.
Berdasarkan pemantauan, sejumlah rute angkutan umum di Kabupaten Garut lumpuh karena para sopirnya mogok massal. Diantaranya di Cibatu, Cilawu, dan Samarang. Mereka menuntut kenaikan tarif angkutan umum disesuaikan kenaikan harga BBM bersubsidi. (Sam)
KOMENTAR