Benteng Kompleks Pondok Hijau Longsor
Tiga Korban Luka Diperbolehkan Pulang dari RSHS
Seorang pekerja bangunan tewas dan tiga orang pekerja lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa tembok benteng yang ambruk
Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Kisdiantoro
PARONGPONG, TRIBUN - Seorang pekerja bangunan tewas dan tiga orang pekerja lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa tembok benteng yang ambruk di perumahan Pondok Hijau RT 01/18 Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (26/10) siang.
Pekerja yang tewas yakni Idan (60), warga RT 05/18 Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga. Sedangkan tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka masing-masing adalah Sarman (63), warga RT 02/18 Desa Ciwaruga, Ujang (38) warga Tegallega Kota Bandung, dan Dedi (40), warga Kampung Cicarita.
Kapolsek Cisarua, AKP Ahmad Mubarok mengatakan beberapa saat setelah kejadian korban Idan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Advent Bandung. Namun karena luka yang dideritanya cukup parah, menurut Kapolsek, nyawa Idan tak tertolong.
"Sedangkan tiga korban luka sempat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Tapi katanya ketiga korban luka sudah diperbolehkan pulang," kata Ahmad saat dihubungi, Sabtu (26/10) sore.
Peristiwa ambruknya benteng yang menimpa keempat pekerja diduga disebabkan akibat adanya getaran hebat dari mesin backhoe yang tengah dioperasikan di kompleks perumahan Pondok Hijau tersebut. Namun untuk memastikan penyebab ambruknya tembok setinggi delapan meter itu, Polsek Cisarua masih mengumpulkan keterangan dari para saksi termasuk meminta keterangan dari pihak pengembang perumahan dan pemborong proyek.
"Kami masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengetahui penyebab peristiwa yang menewaskan seorang pekerja ini. Apakah karena kesalahan prosedur atau murni kecelakaan, kami belum bisa menyimpulkan," ujar Kapolsek.
Proses evakuasi para pekerja yang tertimbun itu berlangsung cukup sulit dan berjalan sekitar satu jam lebih. Diperlukan bantuan puluhan warga untuk menyingkirkan puing-puing yang menimbun para pekerja. (zam)