PERJALANAN
Berbekal Rp 5 Juta Wing Bersepeda Keliling Asia Tenggara
KEINGINAN mempromosikan kendaraan ramah lingkungan dan pariwisata daerah asalnya menguatkan tekad Wing Sentot Irawan (47)
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
"Bersepeda sudah menjadi program saya sejak tahun 2008. Tahun 2008 itu saya naik sepeda ke titik nol (Sabang). Tahun 2010 saya ke Sorong, Papua. Dan sekarang saya programkan keliling Asia Tenggara," kata Wing saat ditemui wartawan di sela acara penyambutannya di Bandung dalam acara Silaturahmi Antarteman "Dalam Perjalanan Hening" di Kebun Seni Kebun Binatang Bandung, Jumat (24/2) malam.
Pada acara yang digagas Walhi Jabar, Jadaji Indonesia, dan Kebun Seni itu Wing juga didaulat menunjukkan karya-karya seninya yang lahir selama perjalanan bersepedanya. Kebanyakan karya yang dihasilkannya berupa lagu yang diilhami pengalamannya dari beberapa daerah yang dilalui dalam perjalanan.
"Setiap kali melihat daun jatuh selama saya bersepeda, saya merasa ada sesuatu yang membuat saya tidak mengerti siapa saya ini. Tapi dengan pertemuan seperti ini saya mulai merasa cukup. Maka setiap kali saya mampir di suatu kota, saya mencoba berbuat sesuatu," tutur Wing saat didaulat membawakan lagu-lagu karyanya. Wing kemudian melantunkan lagu berjudul V, yang terilhami saat mampir di Palu.
Nuansa musik dan lagu balada yang mengungkapkan lirik-lirik tentang alam dan pencarian jati diri manusia yang hakiki terasa mendebarkan jiwa para seniman dan pencinta lingkungan hidup yang hadir.
Di sela penampilannya, Wing pun menawarkan hasil karyanya yang dikemas dalam bentuk CD kepada kalangan seniman dan pencinta seni yang hadir untuk menambah bekal dana perjalanannya. Menurut dia, hingga di Bandung ini harapan bantuan dukungan dana hanya tinggal dari pemerintah pusat yang akan langsung didatanginya sambil jalan menuju Sumatra.
"Rencana saya meninggalkan Bandung, Minggu (26/2). Lalu singgah di Bogor, terus ke Jakarta menemui Menpora dan KONI Pusat kalau mereka mau menerima saya. Paling yang saya upayakan itu minta bantuan surat dukungan perjalanan dari Polri," katanya.
Sejak awal melakukan perjalanan bersepeda tahun 2008, Wing memang tidak pernah memaksa untuk mendapat bantuan dana. Bahkan perjalanan bersepedanya dimulai dengan sepeda yang dibelinya di pasar loak, seharga Rp 125 ribu merek Federal. Baru saat melakukan perjalanan kedua tahun 2010 ke Sorong, Papua, dia bisa membeli sepeda yang cukup mahal, Rp 2,5 juta, dan sepeda ini pulalah yang dipakainya untuk keliling Asia Tenggara.
"Saat perjalanan pertama dari NTB ke Sabang saya menghabiskan waktu enam bulan. Lalu kedua ke Sorong memakan sebelas bulan. Kalau keliling Asia Tenggara ini saya targetkan 1,5 tahun," ujar Wing, yang memulai perjalanan keliling Asia Tenggaranya dari NTB pada 6 Januari 2012 dan merencanakan 22 April berangkat dari Jakarta agar bertepatan dengan Hari Bumi.
Suasana kegembiraan dan penuh semangat kebersamaan pun begitu terasa pada acara penyambutannya di Kebun Seni, Kebun Binatang. Sebab, selain Wing sendiri, yang membawakan lagu- lagunya hasil perjalanannya bersepeda keliling Indonesia, juga hadir para seniman Bandung, seperti Mukti Mukti, yang ikut menampilkan beberapa lagunya. Puluhan seniman dan pencinta lingkungan hidup pun banyak terhibur hingga menjelang tengah malam. (*)