Rabu, 22 April 2026

BPSDM Hukum Perkuat Kompetensi Kehumasan, Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif

BPSDM Hukum membuka Pelatihan Teknis Kehumasan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh

Istimewa
PELATIHAN - BPSDM Hukum membuka Pelatihan Teknis Kehumasan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh. 
Ringkasan Berita:
  • BPSDM Hukum Kemenkum membuka Pelatihan Teknis Kehumasan 2026 secara daring guna memperkuat kapasitas aparatur dalam mengelola komunikasi publik yang profesional.
  • Pelatihan diikuti 30 peserta dan membahas pengelolaan informasi, penanganan hoaks, produksi konten, hingga strategi komunikasi digital.
  • Kanwil Kemenkum Jabar mendukung penuh, menilai humas sebagai garda terdepan membangun citra, kepercayaan publik, serta menjawab tuntutan masyarakat yang kian melek digital.

TRIBUNJABAR.ID - DEPOK - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum membuka Pelatihan Teknis Kehumasan Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan secara pembelajaran jarak jauh sebagai upaya memperkuat kapasitas aparatur dalam mengelola komunikasi publik secara profesional dan adaptif.

Kepala BPSDM Hukum Gusti Ayu Putu Suwardani menegaskan, penguatan kompetensi kehumasan menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Menurut dia, kemampuan aparatur dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menangani dinamika pemberitaan menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang cepat.

“Penguatan kompetensi kehumasan tidak hanya soal teknis komunikasi, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik melalui informasi yang kredibel, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Suwardani dalam sambutannya.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan aparatur dalam mengelola informasi publik, menangani pemberitaan negatif dan hoaks, serta mengoptimalkan pemanfaatan media digital. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan produksi konten, manajemen media, hingga strategi komunikasi yang adaptif terhadap perubahan lingkungan informasi.

Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan Mutia Farida dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unit kerja pusat dan wilayah Kementerian Hukum. “Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam membangun aparatur kehumasan yang profesional, beretika, dan mampu menjawab kebutuhan komunikasi publik yang semakin kompleks,” kata Mutia.

Ia menambahkan, metode pembelajaran jarak jauh dipilih untuk memastikan akses pelatihan yang lebih luas tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan melalui ceramah interaktif, simulasi, dan diskusi yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif peserta.

Melalui pelatihan ini, BPSDM Hukum menegaskan komitmennya dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan komunikasi publik yang informatif, edukatif, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala BPSDM Hukum yang menekankan peran strategis kehumasan di era digital sebagai garda terdepan dalam menjaga reputasi institusi serta memperkuat kepercayaan publik, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan etika dalam setiap praktik komunikasi publik aparatur.

Merespons penyelenggaraan Pelatihan Teknis Kehumasan oleh BPSDM Hukum tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, memberikan dukungan penuh dan menekankan betapa krusialnya peran kehumasan pemerintah di era kiwari.

"Kami di Kanwil Kemenkum Jabar sangat mengapresiasi dan menyambut positif inisiatif BPSDM Hukum dalam mengakselerasi kompetensi para punggawa kehumasan. Di era disrupsi digital saat ini, kehumasan bukan lagi sekadar fungsi administratif pelengkap, melainkan garda terdepan sekaligus etalase institusi dalam membangun citra positif, mengedukasi masyarakat, dan merespons dinamika publik secara cepat”. 

“Masyarakat Jawa Barat yang sangat melek teknologi dan aktif di media sosial tentu menuntut kehadiran aparatur humas yang tangkas, melek analitik data, dan inovatif dalam merancang strategi konten digital. Kami senantiasa mendorong jajaran kehumasan di lingkungan Kanwil Kemenkum Jabar untuk terus mengasah kreativitas, mengemas informasi publik yang akurat namun tetap menarik dan interaktif, agar kehadiran negara serta berbagai layanan prima dari Kemenkum benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Tatar Pasundan," tegas Asep Sutandar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved