Pembunuhan di RSUD Majalaya
Sambo Habisi Anak Buah di Gudang RSUD Majalaya Bandung, Dieksekusi setelah Jam Pelayanan Selesai
Cleaning service RSUD Majalaya yang tewas mengenaskan itu bernama Fikri Ardiansyah (24). Dirinya tewas terbunuh di tangan atasanya sendiri
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Pembunuhan cleaning service RSUD Majalaya Kabupaten Bandung, Sabut (3/1/2026) dilakukan di Gudang rumah sakit
- Pembunuhan dipicu utang piutang Rp 4 juta
- Pelaku dan korban sama-sama berstatus outsourcing
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bercak darah di lantai sebuah gudang yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung, masih terlihat sepanjang mata memandang.
Garis polisi membentang di dalam gudang tersebut. Kursi besi terlihat di dalamnya untuk mengganjal salah satu pintu gudang agar tidak ada orang yang masuk.
Gudang yang berada di lantai dua gedung utama RSUD Majalaya itu merupakan tempat eksekusi seorang petugas cleaning service oleh rekan sejawatnya pada Sabtu (3/1/2026).
Baca juga: Sakit Hati Masalah Utang, Kepala CS RSUD Majalaya Nekat Habisi Nyawa Anak Buah Pakai Martil
Cleaning service yang tewas mengenaskan itu bernama Fikri Ardiansyah (24). Dirinya tewas terbunuh di tangan atasanya sendiri, Rendi alias Sambo (43), lantaran persoalan utang piutang.
Wakil Direktur Umum dan SDM RSUD Majalaya, Agus Heri Zukari, mengungkapakan, meskipun pelaku dan korban bertugas sebagai cleaning service, namun keduanya bukan merupakan karyawan RSUD Majalaya.
"Kejadian kemarin itu bukanlah karyawan rumah sakit, tapi petugas dari outsourcing. Jadi, untuk pertanggungjawaban, evaluasi, pembinaan, dan monitoring pekerjaan secara teknis di lapangan itu ada di pihak ketiga," ujarnya saat jumpa pers pada Senin (5/1/2026).
Agus menjelaskan, status pelaku sebagai kepala cleaning service dan korban sebagai bawahannya. Lebih lanjut, dirinya mengatakan, peristiwa itu terjadi saat jam pelayanan poliklinik sudah berakhir.
"Pelayanan poliklinik paling itu ada aktivitas itu hanya sampai jam 2 di saat pelayanan. Jadi setelah jam 2 enggak ada kegiatan.
Kalau kita lihat, pelaku dan korban ini koordinator dan pelaksana. Jadi mereka bisa masuk ke mana saja," katanya.
Meskipun begitu, Agus menuturkan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian mengerikan itu.
Saat ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Baca juga: Pembunuhan di RSUD Majalaya: Korban Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi
"Untuk kronologi itu sedang ditangani masih dalam penyidikan Polresta. Ya, mungkin rekan-rekan. Saya khawatir kalau misalnya sekarang informasi itu belum pasti, itu kan tidak tidak baik juga gitu," ucapnya.
Pada berita sebelumnya, pelaku tega membunuh lantaran korban yang memiliki utang sebesar Rp 4 juta kepadanya tidak juga membayar. Alhasil, pelaku emosi dan tega membunuh rekan sejawatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lokasi-pembunuhan-CS-di-RSUD-Majalaya-Kabupaten-Bandung.jpg)