Jumat, 12 Juni 2026

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Dinas Perdagangan Pangandaran Pastikan Harga Sembako Masih Aman

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum memengaruhi harga sembako di Pangandaran. Namun, komoditas kedelai impor diwaspadai.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Nappisah
AKIBAT DOLAR - Teler Dolarindo Money Changer saat memegang Dolar US, Sabtu (6/6/2026). Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum memengaruhi harga sembako di Pangandaran. Namun, komoditas kedelai impor diwaspadai. 
Ringkasan Berita:
  • Sembako Stabil: Dinas Perdagangan Pangandaran memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum memicu kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan daging.
  • Waspada Kedelai: Sektor yang paling rawan terdampak cepat adalah perajin tahu dan tempe, mengingat pasokan bahan baku kacang kedelai mayoritas masih mengandalkan impor.
  • Potensi Ongkos: Selain kedelai, fluktuasi kurs dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi diprediksi berpotensi memengaruhi biaya operasional sektor transportasi umum.

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belum berdampak terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok dan komoditas lainnya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, sejumlah harga bahan pokok masih berada dalam kondisi normal dan belum mengalami kenaika

Harga beras medium masih berada di kisaran Rp 13 ribu per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp 14.500 per kilogram.

Sementara harga daging sapi tercatat masih stabil di angka Rp140 ribu per kilogra

Untuk komoditas lainnya, harga minyak goreng curah berada di kisaran Rp 22 ribu per liter, sedangkan minyak goreng kemasan sekitar Rp 20 ribu per liter. 

Kemudian untuk harga daging ayam masih bertahan di kisaran Rp 33 ribu per kilogram dan telur ayam sekitar Rp 26.500 per kilogra

Termasuk komoditas bumbu dapur, seperti cabai rawit, yang masih berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida mengatakan, pelemahan kurs rupiah terhadap dolar biasanya lebih cepat berdampak pada komoditas yang bahan bakunya berasal dari impor.

"Yang paling cepat terpengaruh biasanya bahan baku impor. Seperti kedelai, karena sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri," ujar Tedi melalui WhatsApp, Jumat (12/6/2026) pagi.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah berpotensi dirasakan oleh pelaku usaha yang menggunakan bahan baku impor, seperti pengrajin tahu dan tempe yang bergantung pada pasokan kedelai.

"Yang akan terdampak adalah pengrajin tempe dan tahu karena menggunakan bahan baku kacang kedelai. Kalau beras tidak akan terpengaruh," katanya.

Kemudian untuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor transportasi, terutama biaya operasional kendaraan umum.

"Biasanya kenaikan BBM berpengaruh pada ongkos kendaraan umum, tapi untuk bahan pokok sampai saat ini belum ada pengaruhnya," ucap Tedi. *

Baca juga: Operasional Bus Membengkak Akibat Rupiah Lemah, Organda Ciamis Sebut Kenaikan Tarif Bisa Terjadi

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved