Tolak BIJB Kertajati Jadi Bengkel Hercules AS, Eks Bupati Majalengka: Ini Bukan Buat Militer Asing
Mantan Bupati Majalengka Sutrisno tegas menolak wacana pemanfaatan BIJB Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Mantan Bupati Majalengka, Sutrisno menegaskan penolakannya terhadap wacana pemanfaatan sebagai pusat perawatan atau bengkel pesawat Hercules yang dikaitkan dengan kerja sama Amerika Serikat.
Menurutnya, BIJB Kertajati sejak awal dibangun bukan untuk kepentingan militer, melainkan sebagai instrumen penggerak ekonomi Jawa Barat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Bandara itu dibangun untuk membuka ruang kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Majalengka dan Jawa Barat."
"Kalau dimanfaatkan menjadi bengkel pesawat Hercules atau kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan militer asing, saya tidak sepakat," kata Sutrisno di Majalengka, Kamis (4/6/2026).
Ia mengingatkan, perjuangan pembangunan Kertajati dilakukan dengan pengorbanan besar masyarakat yang melepaskan lahan pertanian mereka demi hadirnya infrastruktur strategis tersebut.
Menurut Sutrisno, kehadiran fasilitas militer justru berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar dan tidak memberikan manfaat ekonomi yang luas seperti yang dicita-citakan saat pembangunan bandara.
"Saya menolak jika akhirnya mengarah pada pangkalan atau kepentingan militer asing. Indonesia memiliki politik luar negeri bebas aktif dan itu harus dijaga," ujarnya.
Dibangun untuk Dongkrak Ekonomi Jawa Barat
Sutrisno yang BIJB dibangun pada zaman pemerintahannya menjelaskan, gagasan pembangunan BIJB lahir dari kebutuhan Jawa Barat terhadap infrastruktur transportasi internasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan kajian akademiknya saat menempuh program doktoral, ia menemukan bahwa meski sekitar 75 persen industri nasional berada di Jawa Barat, kontribusi pendapatan daerah masih tertinggal dibandingkan daerah lain yang memiliki pelabuhan dan bandara internasional.
Menurutnya, selama bertahun-tahun lalu lintas barang dan penumpang Jawa Barat bergantung pada dan Pelabuhan Tanjung Priok.
"Karena itu Kertajati dibangun sebagai pintu gerbang ekonomi baru Jawa Barat. Jangan sampai infrastruktur yang sudah menghabiskan dana besar justru tidak dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat," katanya.
Kritik Pemda dan Pemprov
Sutrisno menilai hingga saat ini belum terlihat langkah agresif pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong optimalisasi Kertajati.
Ia menyebut salah satu langkah paling realistis adalah menjadikan Kertajati sebagai pusat penerbangan haji dan umrah Jawa Barat secara penuh.
Selain itu, ia mendorong percepatan investasi di kawasan sekitar bandara melalui kemudahan perizinan dan kepastian tata ruang.
"Minimal jadikan Kertajati sebagai bandara utama haji dan umrah. Itu saja sudah bisa menghidupkan aktivitas penerbangan dan ekonomi di sekitar bandara," pungkasnya.(*)
Baca juga: Nasib Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati Dibahas Tengah Juni, KDM: Tunggu Keputusan Kemenhub
| Heboh Isu Bandara Kertajati Dikuasai Militer AS, PT BIJB Pastikan Foto Bendera Amerika Hoaks AI |
|
|---|
| Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung Didukung Prabowo, Sekda Herman: Kami Menunggu |
|
|---|
| Rencana BIJB Kertajati Jadi Bengkel Pesawat Hercules, Tokoh Cirebon Khawatir Jadi Pangkalan Militer |
|
|---|
| Disiapkan Jadi Bengkel Pesawat Hercules Asia, BIJB Tunggu Arahan Pemprov Jabar |
|
|---|
| Kertajati Bakal Jadi Pusat Rawat Pesawat Militer AS, Pengamat Unpar: Harus Ada Transfer Teknologi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pesawat-Citilink-saat-landing-di-landasan-pacu-BIJB-Kertajati.jpg)