Indramayu Terapkan Pertanian Modern PM-AAS di Lahan 100 Hektare, Adopsi Sistem Arkansas AS
Kabupaten Indramayu mulai menerapkan sistem pertanian modern PM-AAS di Desa Plosokerep. Menggunakan teknologi drone dan pola tanam rapat,
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Adopsi Teknologi Global: Program Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) mengadopsi sistem pertanian yang sukses diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.
- Lokasi Proyek: Tahap awal diterapkan di lahan seluas 100 hektare di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
- Penggunaan Teknologi: Perawatan tanaman beralih ke alat modern, termasuk penyemprotan pupuk dan pestisida menggunakan drone.
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu menerapkan pertanian modern yang mengadopsi sistem yang diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.
Pada tahap awal, program Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) itu diterapkan di lahan seluas 100 hektare di wilayah Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Husnain, mengatakan, PM-AAS di Indramayu merupakan bagian dari pengembangan pertanian modern nasional.
Menurut dia, proses perawatan tanaman dalam sistem pertanian tersebut bakal menggunakan peralatan modern, termasuk penyemprotan yang menggunakan teknologi drone.
"Selain penggunaan teknologi, perbedaan PM-AAS dibanding pertanian konvensional adalah dari sisi pola tanamnya," kata Husnain dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).
Ia mengatakan, salah satu perbedaannya ialah populasi pola tanam PM-AAS yang lebih rapat daripada sistem pertanian konvensional, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitasnya.
Baca juga: Program PM-AAS Indramayu: Langkah Lucky Hakim Modernisasi Sektor Pertanian
Bahkan, target hasil panen pada program PM-AAS mencapai 10 ton perhektare, karena populasinya cenderung lebih tinggi, dan hampir tidak ada jarak antarbaris tanaman padinya.
"Kalau target peningkatan produksinya hampir dua kali lipat, dari pertanian konvensional yang rata-rata enam ton perhektare menjadi 10 ton perhektare saat menerapkan PM-AAS," ujar Husnain.
Ia menyampaikan, penerapan PM-AAS yang menggunakan pupuk berbeda dibanding pertanian konvensional itu juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.
"Saat ini, PM-AAS telah diterapkan di 14 titik yang tersebar di 15 provinsi se-Indonesia termasuk Kabupaten Indramayu, dan total luas lahannya mencapai 2000 hektare," ujar Husnain.
Pihaknya mengakui, program PM-AAS cenderung membutuhkan benih lebih banyak daripada pertanian konvensional, karena populasi pola tanamnya yang relatif lebih rapat.
Namun, kebutuhan benih yang lebih tinggi tersebut berbanding lurus dengan hasil panen yang didapatkan, yakni hampir dua kali lipat lebih banyak berkat pola tanam yang lebih rapat.
"Modernisasi pertanian ini merupakan hasil kajian dan pemikiran para ahli untuk meningkatkan produktivitas hasil panen di Kabupaten Indramayu yang menjadi daerah lumbung pangan," kata Husnain.(*)
| Dekatkan Akses Pelayanan, PLN Buka Layanan Pemasaran Keliling di Desa Mekarjati Indramayu |
|
|---|
| Vonis Seumur Hidup Mantan Polisi Bunuh Pacar di Indramayu Disyukuri Keluarga Korban: Sesuai Harapan |
|
|---|
| Mantan Polisi Pembunuh Putri Apriyani di Indramayu Divonis Mendekam di Penjara Hingga Akhir Hayat |
|
|---|
| Terdakwa Pembunuhan Paoman Seret Nama Baru, Keluarga Korban: Jangan Bohong, Kamu Pelakunya |
|
|---|
| Program PM-AAS Indramayu: Langkah Lucky Hakim Modernisasi Sektor Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/PERTANIAN-MODERN-DESA-TERISI-INDRAMAYU.jpg)