Gass Mudik Tribun Jabar 2026
Penyebab Macet Parungkuda Tol Bocimi Terungkap: Jembatan Sempit dan Botttleneck Jadi Kendala Utama
Volume kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Parungkuda pada Minggu (22/3/2026) melonjak drastis hingga diprediksi mencapai 15.000 unit.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Volume kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Parungkuda pada Minggu (22/3/2026) melonjak drastis hingga diprediksi mencapai 15.000 unit, melampaui puncak arus mudik.
- Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, memimpin langsung rekayasa one way untuk mengatasi bottleneck di jembatan Parungkuda yang menyempit dari tiga lajur menjadi satu.
- Meski terjadi kepadatan signifikan di ruas Jalan Siliwangi, pihak kepolisian memastikan roda kendaraan tetap berputar dan arus lalu lintas menuju Cibadak terkendali.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Lonjakan kendaraan roda empat alias mobil terjadi di Tol Bocimi GT Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026) malam.
Melonjaknya kendaraan yang keluar dari tol membuat arus lalu lintas pada H+1 Lebaran 1447 Hijriah di ruas Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Pos Operasi Ketupat Lodaya 2026 TMC Polres Sukabumi, mengalami lonjakan signifikan, terlebih di jalur arteri juga dipadati kendaraan roda dua.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, terlihat langsung turun ke jalan melakukan rekayasa lalu lintas bersama puluhan personilnya.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengatakan, secara umum kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi masih dalam kategori aman dan terkendali, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup tinggi.
"Situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi aman terkendali, tetap roda berputar walaupun tersendat. Hal ini disebabkan karena intensitas kendaraan meningkat cukup drastis, bahkan melebihi puncak arus mudik," kata Samian.
Samian menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah kendaraan yang melintas melalui jalur tol fungsional hingga penutupan pukul 12.30 WIB kemarin tercatat sebanyak 3.871 unit. Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui gate exit Tol Parungkuda hingga pukul 15.00 WIB kemarin mencapai 7.300 unit.
"Hingga penutupan pukul 24.00 WIB, jumlah kendaraan diprediksi bisa mencapai 15.000 unit," ujar Samian.
Untuk mengurai kepadatan, AKBP Samian bersama petugas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik. Rekayasa ini diberlakukan dari Simpang Ratu menuju exit Tol Parungkuda guna memperlancar arus kendaraan yang mengarah ke Cibadak.
Menurut Samian, kebijakan tersebut cukup efektif dalam mengurangi kepadatan serta membantu memperlancar arus kendaraan dari arah Cisaat menuju Cibadak dan Parungkuda.
Samian menjelaskan, difungsikannya Tol Bocimi Seksi 3 selama arus mudik dan balik turut membantu mengurangi beban kendaraan di jalur arteri. Namun, karena jalur tersebut bersifat sementara dan ditutup pada pukul 12.30 WIB, arus kendaraan kembali menumpuk di exit Tol Parungkuda setelah penutupan.
"Terjadi bottle neck setelah keluar dari exit tol. Kendaraan masuk ke jalur arteri yang menyempit dari tiga lajur menjadi satu lajur di jembatan Parungkuda yang masih dalam proses pembangunan," ucap Samian.
Kondisi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan yang tersedia. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas tetap bergerak dan tidak mengalami kemacetan total.
Samian pun mengimbau para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, untuk tetap berhati-hati serta memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. Ia juga nampak langsung bercengkrama dengan pengendara agar selalu berhati-hati.
"Perhatikan rekayasa lalu lintas, termasuk jalur alternatif seperti Puncak dan situasi jalan di Sukabumi, agar tidak terjebak kemacetan," kata Samian.* (M Rizal Jalaludin)
| 11 Tahun Menahan Rindu Kampung Halaman: Ibu Nur Hanya Bisa Saksikan Pemudik di Terminal Cicaheum |
|
|---|
| Kapolda Jabar Temui Susi Pudjiastuti di Sela Pemantauan Jalur Pantai Selatan, Ada Apa? |
|
|---|
| Arus Mudik Terminal Cicaheum Naik 17 Persen, 20 Ribu Penumpang Bertolak ke Jateng dan Jatim |
|
|---|
| Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret 2026, Kapolda Jabar: Silakan Bisa 26 atau 27 Maret |
|
|---|
| Update Libur Lebaran via Bocimi: Exit Tol Parungkuda dan Fungsional Karangtengah Dibuka Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kapolres-Sukabumi-AKBP-Samian-saat-turun-ke-jal.jpg)