Gass Mudik Tribun Jabar 2026
Antisipasi Arus Maut 'Rip Current', Bekas Pos PPKM di Pangandaran Disulap Jadi Pos Medis Darurat
Bekas pos PPKM di Pos 4 Pangandaran dialihfungsikan menjadi pos layanan. Fokus menangani cepat korban laka laut akibat arus rip current
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Satu bangunan bekas Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kawasan Pos 4 direncanakan akan diaktifkan kembali sebagai pos layanan kesehatan bagi wisatawan.
Fasilitas itu disiapkan untuk memberikan penanganan cepat, terutama di kawasan yang dikenal rawan kecelakaan laut.
Kepala Bidang Tata Kelola Destinasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Irna Kusmayanti, mengatakan bangunan yang sebelumnya digunakan saat masa pandemi COVID-19 itu sudah lama tidak dimanfaatkan secara optimal.
Saat ini, bangunan itu hanya digunakan sebagai tempat penitipan alat pengukur gempa milik BMKG.
Melihat kondisi itu, pihaknya berinisiatif menghidupkan kembali bangunan tersebut agar memiliki fungsi yang lebih bermanfaat bagi wisatawan.
"Pos PPKM yang dulu digunakan saat masa COVID sekarang tidak dimanfaatkan, hanya digunakan untuk penitipan alat pengukur gempa BMKG. Maka kami efektifkan kembali menjadi pos layanan kesehatan yang berada di kawasan destinasi, tepatnya di Pos 4," ujar Irna kepada sejumlah wartawan di Pangandaran, Selasa (17/3/2026) pagi.
Baca juga: Hadapi Libur Lebaran, Pemkab Pangandaran Perketat Pengawasan Pantai dan Targetkan Zero Insiden
Menurut Irna, pemilihan lokasi Pos 4 didasarkan pada kondisi kawasan yang termasuk titik rawan kecelakaan laut.
Di lokasi itu kerap muncul arus balik atau rip current yang berpotensi membahayakan wisatawan yang beraktivitas di pantai.
"Pos 4 itu termasuk lokasi rawan laka laut karena ombaknya sering terdapat rip current. Jadi saat wisatawan membutuhkan layanan kesehatan yang cepat, bisa langsung dilayani di sana. Nantinya petugas dari Dinas Kesehatan akan berjaga di pos tersebut," katanya.
Keberadaan pos layanan kesehatan ini pun diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi jika terjadi kecelakaan laut.
"Terutama, ketika korban harus segera di bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat," ucap Irna.
Untuk tahap awal, operasional pos layanan kesehatan itu direncanakan dimulai setelah salat Idulfitri hingga 29 pada masa libur Lebaran.
"Setelah pos PPKM itu beralih menjadi pos layanan kesehatan, nantinya setiap akhir pekan juga tetap akan digunakan," ujarnya. *
| Arus Balik Sukabumi Memuncak! 21 Ribu Kendaraan Serbu Exit Tol Parungkuda |
|
|---|
| Panen Cuan di Pantai Madasari! Bisnis Sewa Tenda Camping Tembus Rp 157 Juta Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| 3 Jam Hujan Tak Reda, Jalur Jatinangor-Tanjungsari Lumpuh, 50 Lampu Jalan Mati Bahayakan Pemudik |
|
|---|
| Jalur Gentong Macet! Polres Tasikmalaya Kota Belum Terapkan One Way tapi Pagar Betis di Pamoyanan |
|
|---|
| Beda Jauh dengan Pekan Lalu! Lembang Sepi Sore Ini, Kapolres Cimahi Sebut Arus Lalu Lintas Lengang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pos-ppkm-pangandaran.jpg)