Minggu, 10 Mei 2026

Sukabumi Diguncang Dua Kali Gempa, Warga Panik Berlarian ke Luar Rumah

Gempa bumi magnitudo 4,2 mengguncang wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Tayang:
Istimewa/bmkg
GEMPA SUKABUMI - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) dini hari. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.36.13 WIB. 
Ringkasan Berita:
  • Kota Sukabumi diguncang dua kali gempa.
  • Gempa pertama berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) 00.36.13 WIB
  • Hasil analisis sementara BMKG menyebutkan episenter gempa berada pada koordinat 6.97 Lintang Selatan dan 106.98 Bujur Timur
  • Sejumlah warga merasakan getaran gempa tersebut dan sempat panik hingga berlarian keluar rumah
  • Gempa kedua terjadi pukul 03.42 WIB

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (15/3/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.36.13 WIB.

Hasil analisis sementara BMKG menyebutkan episenter gempa berada pada koordinat 6.97 Lintang Selatan dan 106.98 Bujur Timur, atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

Sejumlah warga merasakan getaran gempa tersebut dan sempat panik hingga berlarian keluar rumah.

Aprianti (34), warga Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, mengaku terkejut saat merasakan getaran gempa ketika dirinya sedang tertidur di dalam rumah.

“Saya lagi tidur, tiba-tiba terasa getaran. Saya langsung bangun dan lari keluar rumah karena takut,” kata Aprianti kepada TribunJabar.id, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Bukan dari Jepang, Laga Krusial Borneo FC vs Persib Bakal Dipimpin Wasit Asal Malaysia

Ia menuturkan, suaminya yang saat itu berada di depan rumah juga langsung berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anak mereka yang sedang tertidur di kamar.

“Suami saya yang tadinya di luar rumah langsung masuk dan membawa anak kami keluar kamar karena takut terjadi apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Rudi (45), warga lainnya di Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan getaran gempa terasa cukup kuat saat dirinya bersama warga baru saja selesai melakukan kerja bakti.

“Saat itu kami baru beres kerja bakti. Tiba-tiba terasa getaran cukup kencang, seperti anjlok. Kami yang ada di luar langsung berlarian karena kaget,” ujar Rudi.

Menurutnya, meski getaran hanya berlangsung beberapa detik, namun cukup membuat warga panik dan bergegas menjauh dari bangunan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Gempa Susulan M2,1 
 
Tak lama kemudian, gempa bumi susulan kembali terjadi. 

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa susulan tersebut memiliki magnitudo 2,1 dan terjadi pada pukul 03.42.05 WIB.

BMKG mencatat titik koordinat gempa berada di 6,97 Lintang Selatan dan 107,02 Bujur Timur, atau sekitar 11 kilometer tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 10 kilometer.

Baca juga: Nyentrik, Wamen LH Pakai Kaos Band Sidak Kebersihan Stasiun Cirebon Jelang Mudik Lebaran

Gempa ini merupakan gempa susulan setelah sebelumnya wilayah tenggara Kota Sukabumi diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,2 pada pukul 00.36.13 WIB.

Berdasarkan pemetaan titik episentrum, gempa utama diduga terjadi di wilayah sekitar antara Desa Karangjaya dan Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo 2,1 memiliki episentrum di sekitar Desa Caringin, yang juga berada di Kecamatan Gegerbitung.

Dari dua titik episentrum tersebut, rangkaian gempa terpantau mengarah ke wilayah timur Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, menuju perbatasan wilayah Kabupaten Cianjur.

Petugas Penanggulangan Kecamatan Gegerbitung, Ofeq, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

“Pascagempa pertama magnitudo 4,2 dan gempa susulan, kami belum mendapatkan informasi adanya kerusakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hingga pukul 04.30 WIB, hasil inventarisasi sementara yang dilakukan di wilayah Kecamatan Gegerbitung belum menemukan adanya laporan kerusakan dari masyarakat.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Tol Cipali Mulai Meningkat Memasuki Pekan Terakhir Ramadhan 2026

"Kami masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi pascagempa," tutup Ofeq.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Wilayah Sukabumi diketahui berada di jalur Sesar Cimandiri, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yang membentang dari kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat hingga Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Aktivitas sesar tersebut kerap memicu gempa bumi dangkal yang dapat dirasakan masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved