Tekan Pernikahan Dini, Wabup Indramayu Syaefudin Gencarkan Program BRUS ke Sekolah-Sekolah
Wakil Bupati Indramayu Syaefudin sosialisasikan pencegahan pernikahan dini di MAN 1 Indramayu, angka dispensasi nikah masih tinggi.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
Ringkasan Berita:
- Komitmen Daerah: Pemkab Indramayu berkomitmen menekan angka pernikahan usia anak untuk melindungi hak dasar anak, terutama hak atas pendidikan.
- Program BRUS: Melalui sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), pemerintah menyasar kalangan pelajar untuk memberikan edukasi tentang kesiapan masa depan.
- Tantangan Data: Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Indramayu, permohonan dispensasi perkawinan anak tercatat masih cukup tinggi.
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu berkomitmen untuk menekan angka pernikahan usia anak sebagai upaya untuk melindungi hak anak.
Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, Syaefudin, mengatakan, upaya-upaya pencegahan pernikahan pada usia anak melalui sosialisasi dan edukasi kepada kalangan remaja pun digencarkan.
Menurut dia, hal tersebut untuk melindungi hak anak di Kabupaten Indramayu, khususnya hak atas pendidikan sesuai amanatka UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Upaya ini juga sekaligus untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Kabupaten Indramayu," ujar Syaefudin saat ditemui usai membuka Sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Pencegahan Pernikahan Usia Anak di MAN 1 Indramayu, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (13/3/20226).
Ia mengatakan, pernikahan pada usia anak masih menjadi tantangan yang perlu ditangani secara bersama oleh pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.
Pihaknya mengakui, berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Indramayu, hingga kini permohonan dispensasi perkawinan anak tergolong masih cukup tinggi.
Baca juga: Gelombang Perceraian Meningkat, Psikolog Ungkap Ciri Pernikahan Sehat vs Toxic
Karenanya, pencegahan pernikahan usia anak merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sehat, berpendidikan, dan memiliki kesiapan dalam membangun keluarga yang berkualitas pada masa depan.
"Pencegahan pernikahan usia anak menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap, melalui sosialisasi dan edukasi yang berkelanjuta anak-anak Indramayu fokus menempuh pendidikan serta mempersiapkan masa depan lebih baik," kata Syaefudin.
Ia menyampaikan, upaya tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Indramayu, yakni Indramayu REANG (Religius, Berekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong).
Sementara Kepala MAN 1 Indramayu, Wahyudin, berterima kasih kepada seluruh semua yang telah mendukung terselenggaranya sosialisasi BRUS Pencegahan Pernikahan Usia Anak.
Ia juga mengaku bangga sekolah yang dipimpinnya dipilih menjadi lokasi kegiatan yang memberikan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya pendidikan dalam meraih cita-cita.
"Belajar merupakan prioritas bagi siswa-siswi MAN 1 Indramayu dalam meraih cita-citanya, dan pernikahan usia anak juga merupakan salah satu bentuk kekerasan serta pelanggaran hak anak," ujar Wahyudin.
| Kondisi Balita yang Viral Terlindas Mobil MBG di Indramayu, Ibu Korban: Sudah Lari-lari Lagi |
|
|---|
| Klarifikasi SPPG Terkait Insiden Balita Terlindas Mobil MBG di Indramayu: Dokter Bilang Anak Sehat |
|
|---|
| Mobil MBG Lindas Balita di Krangkeng Indramayu, Korban Sedang Jongkok di Area Blind Spot |
|
|---|
| WFH Mulai Diterapkan Hari Ini, Presensi ASN Pemkab Indramayu Dipantau GPS |
|
|---|
| Dorong Modernisasi Tambak Pantura, Bupati Lucky Hakim Tegaskan Dialog dan Tanggung Jawab Bersama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pernikahan-dini-indramayu.jpg)