Senin, 1 Juni 2026

Banjir di Subang

Banjir Rendam 490 Rumah di Ciasem Subang, Grand Texpia Terparah

Banjir dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu yang menyebabkan Kali Cijengkol meluap.

Tayang:
Tribun Jabar/Deanza Falevi
Genangan banjir di Perumahan Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Subang, mulai berangsur surut pada hari ketiga. Air masih setinggi 40-50 cm dan warga belum dapat kembali menempati rumah, Minggu (25/1/2026). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Banjir melanda tiga desa di Kecamatan Ciasem, wilayah Pantura Subang, Jawa Barat. 

Berdasarkan data pemerintah kecamatan, sedikitnya 490 rumah terdampak dengan jumlah korban mencapai 1.632 jiwa, akibat meluapnya Kali Cijengkol dan sejumlah sungai lain setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.

Camat Ciasem, Ezza Zaithon Anshari, mengatakan banjir terjadi di Desa Ciasem Tengah, Desa Ciasem Girang, dan Desa Ciasem Hilir, dengan kondisi terparah berada di Desa Ciasem Tengah, khususnya kawasan Perumahan Grand Texpia.

"Untuk wilayah Kecamatan Ciasem, banjir terjadi di tiga desa. Titik terparah berada di Desa Ciasem Tengah dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 490 rumah atau sekitar 1.632 jiwa," ujar Ezza kepada Tribunjabar.id saat ditemui di Perumahan Grand Texpia, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, banjir dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah hulu yang menyebabkan Kali Cijengkol meluap. Ia juga mengingatkan adanya potensi banjir susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

"Jika curah hujan tetap tinggi, tidak menutup kemungkinan banjir akan kembali meluas," katanya.

RAPOR TERENDAM BANJIR - Asila Apriliani (11) menunjukkan buku rapornya yang rusak setelah terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cijengkol di Perumahan Grand Texpia, Kabupaten Subang, Minggu (25/1/2026).
RAPOR TERENDAM BANJIR - Asila Apriliani (11) menunjukkan buku rapornya yang rusak setelah terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cijengkol di Perumahan Grand Texpia, Kabupaten Subang, Minggu (25/1/2026). (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Dirinya menyebutkan, lantauan visual udara pada Sabtu siang menunjukkan genangan air menutupi hampir seluruh kawasan Perumahan Grand Texpia. Ketinggian air saat banjir sempat mencapai 100 hingga 150 sentimeter, merendam seluruh rumah warga dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Sementara itu, warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, tetangga, serta sejumlah titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat.

Memasuki hari ketiga banjir, genangan air di Perumahan Grand Texpia mulai berangsur surut. Salah seorang warga, Epon Siti Ropiah (45), kembali ke rumahnya pada Minggu (25/1/2026) pagi untuk menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa.

"Sekarang air mulai surut, sudah bisa dilewatin, tapi belum bisa ditinggalin. Ini cuma bisa ambil botol minum," ujar Epon.

Ia mengungkapkan banjir datang tiba-tiba pada Jumat (23/1/2026) sore setelah tanggul Kali Cijengkol jebol, menyebabkan air deras menerjang rumah dan menghanyutkan seluruh isi bangunan.

"Barang-barang sudah hanyut semua. Yang penting waktu itu selamatin badan sama anak-anak," katanya.

Data BPBD Subang mencatat, banjir di wilayah Pantura Subang juga merendam sejumlah desa di kecamatan lain, yakni Blanakan dan Pamanukan. Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 523 rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai 2.617 jiwa.

Hingga Minggu (25/1) pagi, genangan air di Perumahan Grand Texpia masih tersisa sekitar 40-50 sentimeter, sehingga warga belum dapat kembali menempati rumah dan masih melakukan pembersihan lumpur secara bertahap.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved