Bapenda Endus 20 Jalur Tikus ke Objek Wisata Pangandaran, Retribusi Libur Tahun Baru 2026 Bocor

Bapenda Pangandaran mengatakan menutup jalur tikus menjadi evaluasi utama dalam upaya memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata.

Penulis: Padna | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Priangan/Padna
WISATAWAN - Aktivitas Wisata Water Sport di Pantai Timur Pangandaran pada momen libur Nataru, Rabu (31/12/2025). Terkini, Bapenda Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan "jalur tikus" yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran tanpa membayar retribusi resmi. 

Ringkasan Berita:
  • Bapenda Pangandaran mendeteksi sekitar 20 jalur tikus yang memicu kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 10 persen selama libur malam Tahun Baru 2026. 
  • Banyak wisatawan pengendara motor menghindari retribusi resmi dengan arahan oknum warga, sehingga pendapatan hanya mencapai Rp610 juta dari estimasi awal yang lebih tinggi. 
  • Saat ini, tim gabungan telah menutup sejumlah jalur ilegal di Pantai Timur hingga Cikembulan.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mendeteksi adanya puluhan "jalur tikus" yang dimanfaatkan wisatawan untuk masuk ke kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran tanpa membayar retribusi resmi. 

Kondisi itu dinilai menjadi satu penyebab kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya saat malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026.

Kepala Bapenda Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan menutup jalur tikus menjadi evaluasi utama dalam upaya memaksimalkan PAD dari sektor pariwisata.

"Memang ada yang membawa wisatawan dan ada juga yang mengarahkan masuk lewat jalur tikus," ujar Sarlan kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Senin (5/1/2026) siang.

Keberadaan jalur tikus itu dimanfaatkan terutama pengendara roda dua yang ingin menghindari pembayaran tiket masuk. Akibatnya, potensi pendapatan daerah tidak tercatat secara optimal.

"Malam Tahun Baru kemarin, itu terjadi kebocoran retribusi karena banyak wisatawan masuk menggunakan sepeda motor dan mencari jalan tikus," katanya.

Ia menyebut, pada malam pergantian tahun, PAD dari retribusi wisata yang masuk hanya mencapai Rp 610 juta. Padahal, berdasarkan estimasi kunjungan, seharusnya pendapatan lebih tinggi.

"Kalau kita bandingkan dengan hari Minggu (4/1/2025), pendapatan bisa mencapai Rp 750 juta dengan jumlah kunjungan yang hampir sama. Artinya ada potensi berkurang sekitar 10 persen," ucap Sarlan.

Dari total sekitar 20 jalur tikus yang teridentifikasi bocor, Sarlan memperkirakan masih ada sekitar 10 jalur yang belum sepenuhnya ditutup. 

Namun, dilakukan penertiban bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran.

"Di Pantai Timur ada tiga jalur yang sudah ditutup, kemudian di Cikembulan dan beberapa titik lainnya. Beberapa pelaku juga sudah diamankan untuk diberikan pembinaan," ujarnya.

Para pelaku sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Jika kembali melakukan pelanggaran, mereka siap diproses secara hukum.

"Saya juga meminta kepada masyarakat yang selama ini mengarahkan wisatawan ke jalur tikus agar menghentikan praktik tersebut," katanya.

Selain di kawasan Pantai Pangandaran, jalur tikus juga ditemukan di wilayah objek wisata Pantai Batukaras namun tidak terlalu banyak.

Untuk mencegah kebocoran PAD ke depan, pihaknya terus melakukan pembaruan sistem penarikan retribusi. Bahkan, pihaknya mempublikasikan aplikasi pemantauan pendapatan secara real time.

"Kami ingin meminta izin kepada Ibu Bupati agar aplikasi ini bisa diakses publik, agar pendapatan retribusi dapat dipantau secara langsung, bahkan per menit dan per detik," kata Sarlan. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved