Rabu, 20 Mei 2026

Berita Viral

Dedi Mulyadi Temui Penjual Aksesoris yang Viral Keliling Sambil Bawa Anak di Cirebon

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui penjual aksesoris yang viral berkeliling sambil membawa anak di Cirebon.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Istimewa/TikTok @dedimulyadiofficial
TEMUI WARGA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui penjual aksesoris yang viral, Dayat (tengah) bersama anaknya di Cirebon, Selasa (30/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kisah Viral: Dayat, penjual aksesori di Cirebon, viral karena berjualan menggunakan sepeda tua sambil membawa anaknya yang masih balita akibat keterbatasan ekonomi.
  • Penyebab: Dayat terpaksa mengurus anak sendirian sementara istrinya menjadi PMI di Malaysia demi melunasi utang "Bank Emok" sebesar Rp8 juta.
  • Bantuan: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, memberikan solusi pekerjaan bagi Dayat sebagai kuli cangkul dan tenaga kebersihan jalan provinsi.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menemui penjual aksesoris yang viral berkeliling sambil membawa anak di Cirebon.

Kisah penjual aksesoris bernama Dayat tersebut viral setelah dibagikan oleh akun TikTok @pandu_respek.

Dalam video tersebut, Dayat membawa anaknya yang terlihat masih di bawah tiga tahun untuk berjualan.

Dayat berjualan menggunakan sepeda dengan besi yang sudah berkarat. Di bagian belakang sepeda itu, terdapat susunan kayu untuk memajang aksesoris yang Dayat jual.

Anak Dayat duduk di antara susunan kayu tersebut dengan alas seperti kasur busa tipis yang terlipat menyesuaikan bangun ruang di celah-celah susunan kayu.

Akibat keterbatasan biaya operasional sehari-hari, Dayat mengaku seringkali harus mengutamakan kebutuhan konsumsi anaknya di atas kebutuhan pribadinya.

Dengan viralnya video itu, Dedi Mulyadi pun menemui Dayat bersama anaknya.

Baca juga: Apa itu UMSK yang Diprotes Serikat Buruh Jabar Gara-gara Tak Ditetapkan Dedi Mulyadi?

Desakan Ekonomi

Dilansir dari TikTok milik Dedi Mulyadi, Selasa (30/12/2025), Dayat bertemu sang gubernur didampingi oleh beberapa perangkat desa.

Dayat sendiri ternyata berasal dari Desa Kertamukti di Purwakarta. Ia telah merantau selama 27 tahun di Cirebon.

Kepada Dedi Mulyadi, Dayat menjelaskan bahwa istrinya pergi bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia, selama dua bulan terakhir.

Selama sang istri pergi bekerja di Malaysia, Dayat mengurus anaknya di Cirebon.

Hal tersebut terpaksa keluarga Dayat lakukan karena desakan ekonomi. Mereka terjerat utang di bank Emok atau pinjaman mikro berbasis kelompok sebesar Rp8 juta.

Tawaran Bekerja

Sebagai langkah awal, Dedi Mulyadi pun mengajak Dayat untuk bekerja di tempatnya sebagai kuli cangkul harian untuk sementara waktu.

"Mulai besok, kerja jadi kuli nyangkul di tempat saya. Lumayan lah, (upahnya) Rp150.000 sehari," ucap Dedi Mulyadi.

Setelah itu, kata Dedi Mulyadi, Dayat akan dipersiapkan untuk menjadi tenaga kebersihan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Nanti bulan Januari, kami persiapkan untuk bekerja jadi tenaga kebersihan (di) jalan provinsi yang lagi rame (Jembatan Pamulihan)," ucap Dedi Mulyadi.

Baca juga: Alasan Dedi Mulyadi Tidak Tetapkan UMSK 2026 Sejumlah Daerah: Tak Ada Usulan ke Gubernur

Baca artikel Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved