Selasa, 2 Juni 2026

Warga Jawa Barat Ternyata yang Paling Banyak Berpergian Piknik di Tahun 2025

Warga Jawa Barat tercatat sebagai kelompok masyarakat dengan pergerakan wisatawan terbanyak secara nasional pada tahun 2025.

Tayang:
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Deanza Falevi
KUNJUNGAN - Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, saat melakukan kunjungan atau visitasi ke destinasi wisata Sari Ater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Rabu (24/12/2025). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

‎TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Warga Jawa Barat tercatat sebagai kelompok masyarakat dengan pergerakan wisatawan terbanyak secara nasional pada tahun 2025.

‎Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, usai melakukan kunjungan atau visitasi ke destinasi wisata Sari Ater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Rabu (24/12/2025).

‎Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan destinasi menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Baca juga: Libur Nataru, Kemenpar Tinjau Kesiapan Kawasan Jalan Braga Bandung untuk Kenyamanan Wisatawan

‎"Berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Kementerian Perhubungan, pergerakan wisatawan paling besar berasal dari Jawa Barat, mencapai sekitar 16,9 persen atau hampir 20,26 juta orang," ujar Hariyanto kepada wartawan di Sari Ater Subang, Rabu (24/12/2025).

‎Ia menjelaskan, warga Jawa Barat banyak melakukan perjalanan wisata ke sejumlah daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.

‎Namun, Jawa Barat sendiri juga menjadi salah satu provinsi tujuan utama wisatawan nasional selama periode Nataru.

‎"Kita melihat ada pertukaran pergerakan. Jawa Barat itu selain paling banyak keluar, juga termasuk daerah tujuan wisata yang ramai dikunjungi, terutama Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," katanya.

‎Menurut Hariyanto, kunjungan Kementerian Pariwisata ke Sari Ater merupakan bagian dari program visitasi nasional yang rutin dilakukan setiap tahun, khususnya pada momentum dengan pergerakan wisatawan tinggi seperti libur Nataru.

‎"Tahun ini kami melakukan visitasi ke sekitar 60 destinasi wisata di seluruh Indonesia, tidak hanya di pusat. Tujuannya memastikan destinasi siap, aman, nyaman, dan memberikan kesan menyenangkan bagi wisatawan," ujarnya.

‎Terkait puncak lonjakan wisatawan, Hariyanto menyebut periode tersebut diperkirakan terjadi mulai 21 Desember 2025 hingga 2-4 Januari 2026.

‎Meski bertepatan dengan musim hujan dan adanya bencana di sejumlah wilayah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, ia menegaskan optimisme sektor pariwisata nasional tetap terjaga.

Baca juga: Kronologi Wisatawan Asal Tasikmalaya Tewas di Pantai Pangandaran, Loncat dari Bangkai Kapal Viking

‎"Indonesia itu luas dan pilihannya banyak. Walaupun ada daerah terdampak bencana, masih banyak destinasi lain yang bisa menjadi alternatif. Target peningkatan kunjungan wisatawan nasional sekitar 20 persen dibanding tahun lalu tetap on track," katanya.

‎Hariyanto berharap seluruh pengelola destinasi wisata, termasuk di Jawa Barat, terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan agar pergerakan wisatawan selama Nataru berjalan aman, lancar, dan berkesan.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved