Diskanla Indramayu Optimistis Capai Target 528 Ribu Ton Produksi Perikanan Tangkap dan Budi Daya
Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menggenjot produksi perikanan tangkap dan budi daya sesuai target yang mencapai 528 ribu ton tahun ini.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.Id, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu terus menggenjot produksi perikanan tangkap dan budi daya.
Tahun ini pemkan menargetkan sebanyak 527.772,54 atau 528 ribu ton pada tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, Edi Umaedi, optimistis target produksi perikanan tangkap dan budi daya tersebut bakal tercapai.
Hingga triwulan ketiga 2025, realisasi produksi perikanan tangkap maupun perikanan budi daya di Kabupaten Indramayu tercatat telah mencapai 423669,95 ton
"Jumlah tersebut terdiri dari perikanan tangkap 136121,16 ton, dan perikanan budi daya mencapai 287548,79 ton, sehingga kami optimistis target 2025 akan tercapai," ujar Edi Umaedi kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (13/12/2025).
Baca juga: Malut United vs Persib Bandung, Pertarungan Dua Lini Belakang Paling Tajam di Super League
Baca juga: Tetap Usung Misi Longsorkan Persija dan Pepet Borneo, Persib Bakal Rotasi Pemain vs Malut United
Menurut Edi, target produksi perikanan tahun ini hanya tersisa 104102,59 ton, dan diyakini bakal tercapai pada triwulan keempat 2025 yang datanya baru diketahui pada awal 2026.
Optimisme tersebut ditunjang 6.074 kapal berbagai ukuran yang beroperasi di wilayah Kabupaten Indramayu untuk mendukung produksi perikanan tangkap.
Selain itu, pengembangan perikanan budi daya yang terbagi menjadi dua kelompok usaha, yakni perikanan air tawar dan air payau yang memiliki tujuh komoditss juga turut mendukung produksi perikanan budi daya di Kabupaten Indramayu.
"Komoditas di perikanan air tawar ada lele, nila, dan gurami, sedangkan perikanan air payau mencakup udang windu, udang vaname, bandeng, serta rumput laut," kata Edi Umaedi.
Edi menyampaikan, hingga kini luas lahan tambak di Kabupaten Indramayu yang digunakan untuk menunjang produksi budi daya perikanan air payau mencapai lebih dari 22,5 ribu hektare.
Sementara lahan tambak untuk budi daya perikanan air tawar luasnya mencapai 560 hektare, dan tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.
"Luas lahan budi daya perikanan air payau ini memang lebih luas, sehingga target produksinya juga lebih tinggi dibanding perikanan air tawar," kata Edi Umaedi. (*)
| ULBI Gelar Global Supply Chain Summer Camp 2026, Bahas Rantai Pasok Perikanan Indonesia |
|
|---|
| Kejati Jabar Periksa Tiga Tersangka Korupsi Perumahan DPRD Indramayu, Syaefudin Kirim Surat Sakit |
|
|---|
| Datangi Indramayu, Menteri PPPA Soroti Tingginya Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Jabar |
|
|---|
| Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan, Wabup Indramayu Syaefudin Diperiksa Sebagai Tersangka |
|
|---|
| Petani di Indramayu Dilarang Pasang Jebakan Listrik untuk Basmi Tikus, Bisa Timbulkan korban Jiwa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/budi-daya-ikan-dewa.jpg)