Minggu, 24 Mei 2026

Polres Pangandaran Perbaiki Jembatan Bambu Lapuk yang Jadi Akses Utama Warga dan Pelajar

Akses pelajar di Pangandaran sempat terganggu setelah jembatan bambu di Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, rusak dan tak bisa dilalui.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Kemal Setia Permana
Istimewa/Humas Polres Pangandaran
DIPERBAIKI - Anggota Polres Pangandaran melihat kondisi jembatan bambu yang rusak parah di wilayah Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Saat ini jembatan bambu ini sudah diperbaiki. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Akses pelajar di Pangandaran sempat terganggu setelah jembatan bambu di wilayah Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, rusak dan tak bisa dilalui.

Namun kini jembatan bambu itu sudah diperbaiki oleh Polres Pangandaran.

Jembatan yang terletak di sungai Bojong menjadi penghubung akses Desa Ciparakan dengan Des Putrapinggan Kecamatan Kalipucang. 

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, mengatakan bahwa upaya perbaikan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden RI.

Termasuk menerima aspirasi Kepala Desa serta warga terkait ancaman akses utama bagi sekitar 400 anak sekolah.

Baca juga: Langkah Persib Dientukan Hari Ini, Dejavu Sejarah 30 Tahun Silam atau B2B Musim Kemarin

Untuk itulah pihaknya turun langsung ke lokasi.

Jembatan yang panjangnya sekitar 34 meter merupakan satu-satunya akses bagi siswa jenjang SD, SMP, SMK, hingga pertanian dan perekonomian warga.

Karenanya Polres Pangandaran terenyuh dan bergerak untuk memperbaiki jembatan tersebut.

"Kami tidak akan membiarkan risiko ini berlarut. Kepedulian kami, memastikan jembatan ini segera diperbaiki total demi kelancaran akses dan keselamatan anak- anak sekolah," ujar Andri, Rabu (10/12/2025).

Sementara seorang warga setempat, Juhen (46) menyampaikan, bahwa jembatan itu merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat sehari-hari.

Khususnya, akses para pelajar ke sekolah.

Baca juga: 22 Desa di Pangandaran Masuk Wilayah Rawan Terdampak Gempa Bumi dan Tsunami

Jembatan itu memang menghubungkan Desa Putrapinggan dengan Ciparakan Kecamatan Kalipucang. 

"Semenjak jembatan bambu itu ambruk,  warga kesulitan melakukan aktivitasnya sehari-hari," ujar Juhen.

Kerena jadi satu-satunya akses untuk menghubungkan antardesa dan rusak, warga harus turun melintasi sungai untuk menyeberang.

"Kalau debit air tinggi, otomatis warga dan pelajar tidak bisa melintasi jembatan. Sekarang, alhamdulilah ada inisiatif dari Polres Pangandaran untuk membangun, kita sangat terimakasih," ucap Juhen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved