Sabtu, 23 Mei 2026

Satpol PP Kuningan Amankan 9 Anak di Bawah Umur, Diduga Korban Eksploitasi Jadi Manusia Silver

Penertiban ini dilakukan menyusul keresahan warga akan keberadaan anak-anak yang diduga menjadi korban eksploitasi.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
Istimewa/HO Humas Dinas Satuan Pol PP Kuningan
DIDUGA DIEKSPLOITASI - 6 dari sembilan anak jalanan di bawah umur berhasil diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan, Selasa (25/11/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan berhasil mengamankan 9 anak jalanan di bawah umur saat melaksanakan operasi penertiban lingkungan pada Selasa (25/11/2025).

Penertiban ini dilakukan menyusul keresahan warga akan keberadaan anak-anak yang diduga menjadi korban eksploitasi.

Mereka beraktivitas menggunakan kostum badut dan menjadi manusia silver.

Manusia Silver Hingga Badut Diamankan

Plt Kasatpol PP Kuningan, Toni Kusumanto, melalui Kabid Trantibum M. Agung Anugerah, menjelaskan bahwa operasi ini menyasar aktivitas anak-anak berkostum badut, manusia silver, hingga anak punk yang sering mengemis di lokasi-lokasi strategis perkotaan.

"Penertiban ini dilakukan sebagai respons terhadap laporan warga yang resah dengan keberadaan anak-anak tersebut, yang diduga menjadi korban eksploitasi," ungkap Agung.

Baca juga: Manusia Silver Tanpa Identitas Meninggal Setelah 4 Hari Koma di RS Sentosa Bogor, Miliki Tatto Gaza

Sembilan anak tersebut terjaring di beberapa titik rawan di persimpangan lampu merah, termasuk Cijoho, Ciporang, dan Kedung Arum.

Diduga Eksploitasi Anak, Sebagian Besar Asal Cirebon

Agung Anugerah memaparkan, seluruh anak yang diamankan masih berada di bawah umur.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat adanya praktik eksploitasi anak, di mana mereka dipekerjakan di jalanan bukan atas kemauan sendiri.

"Jadi kami menduga adanya praktik eksploitasi anak, di mana mereka dipekerjakan di jalanan bukan atas kemauan sendiri."

"Ironisnya, sebagian besar anak-anak tersebut berasal dari Cirebon," ujarnya.

Saat ini, kesembilan anak tersebut diamankan di Kantor Satpol PP Kuningan sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Kabar baiknya, Kementerian Sosial (Kemensos) RI turut memberikan bantuan dalam bentuk pembinaan bagi anak-anak yang menjadi korban tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved