Disdik Jabar Tegaskan Hasil TKA Bukan Penentu Kelulusan Siswa
TKA yang berlangsung mulai 3 - 6 November 2025 tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sistem penilaian yang terstandar
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, menegaskan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan siswa kelas XII.
Pasalnya, TKA bertujuan melihat kemampuan individu, dan menyiapkan diri untuk perguruan tinggi, karena hasilnya hanya akan memvalidasi nilai rapor, sehingga sama sekali tidak menentukan kelulusan siswa.
Menurut dia, TKA yang berlangsung mulai 3 - 6 November 2025 tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sistem penilaian yang terstandar, objektif, dan inklusif di semua wilayah.
"TKA menjadi salah satu langkah strategis dalam memetakan mutu pembelajaran, dan capaian akademik pelajar jenjang menengah serta pendidikan khusus melalu model asesmen terkini," ujar Deden Saepul Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/11/2025).
Bahkan, pihaknya mengakui, tersedia pelaksanaan TKA susulan atau gelombang lanjutan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti TKA, karena alasan khusus tertentu.
Ia mengatakan, bagi siswa SMK yang sedang mengikuti PKL di luar kota, dan tidak ada sekolah yang melaksanakan TKA di wilayah PKL juga bakal mengikuti TKA susulan di gelombang selanjutnya.
Selain itu, terdapat 150 siswa yang tidak bisa mengikuti TKA, karena mewakili Jawa Barat untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII yang berlangsung di Jakarta.
"Kami mencatat, pada tahun ini jumlah siswa SMA, SMK, MA, SLB, dan PKBM se-Jawa Barat yang mengikuti TKA mencapai 594.297 orang," kata Deden Saepul Hidayat.
Deden menyampaikan, TKA di Jawa Barat dilaksanakan secara daring dan semi daring atau kombinasi yang menyesuaikan kesiapan sekolah masing-masing.
Diketahui, sebanyak 6.383 satuan pendidikan di Jawa Barat melaksanakan TKA secara daring, dan 1.332 satuan pendidikan yang melaksanakan TKA semi daring atau kombinasi.
"Kami juga mendorong kepala satuan pendidikan di Jawa Barat untuk memanfaatkan waktu susulan secara optimal, sehingga seluruh siswa terlayani dan datanya terpenuhi," ujar Deden Saepul Hidayat.
Ia berharap, pelaksanaan TKA mampu meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis data capaian akademik siswa, memotivasi untuk belajar konsisten, dan menyadari pentingnya kemampuan akademik sebagai bekal masa depan.
"Melalui TKA ini, pemerintah daerah juga mendapatkan peta mutu pembelajaran yang lebih konkret, sehingga kebijakan pengembangan pendidikannya semakin tepat sasaran," kata Deden Saepul Hidayat.
| Lembaga Konservasi Internasional Vantara India Periksa Kesehatan Satwa Bandung Zoo |
|
|---|
| Potret Sejarah KAA di Hotel Savoy Homann: Mengintip Kamar 144 yang Pernah Ditempati Jawaharlal Nehru |
|
|---|
| Pelayanan Kecamatan Tetap Normal, Tak Terdampak Kebijakan WFH ASN di Kota Bandung |
|
|---|
| Kisah di Balik Bayi Nyaris Tertukar: Nina Tahan Luka Sesar, 4 Hari Pulang-Pergi Naik Motor ke RSHS |
|
|---|
| Siap-siap Bandung Macet Akhir Pekan Ini 11-12 April 2026, Ada 2 Pameran Lowongan Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sejumlah-siswi-saat-mengikuti-TKA-di-SMKN-2-Bandung-Jala.jpg)