Dinkes Sumedang Perketat Pengawasan Pengolahan Makanan di 48 SPPG Buntut Keracunan
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memperketat pengawasan pengolahan makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang memperketat pengawasan pengolahan makanan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur penyedia menu makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dilakukan butut keracunan yang dialami 164 siswa setingkat SMA di Ujungnya, Tomo, dan Situraja, Sumedang, belum lama ini. Mereka keracunan diduga setelah menyantap menu MBG.
Sampel makanan masih diuji di Labkesda Jawa Barat untuk mengetahui adanya zat yang menyebabkan keracunan.
SPPG di Sumedang terus beroperasi menyediakan MBG, kecuali yang dinyatakan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ditutup sementara, yakni SPPG di Ujungjaya. Syarat tetap berjalan adalah ada pengawasan yang ketat terhadap semua SPPG.
Baca juga: Liput Dapur MBG di Jakarta Timur, Wartawan Dianiaya Petugas SPPG dan Sempat Cekcok, Begini Dalihnya
Dari segi sertfikat higienitas, semua SPPG di Sumedang ternyata belum punya SLHS atau Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Namun demikian, ada aturan yang membolehkan SPPG tetap beroperasi.
Kepala Dinas Kesehatan Sumedang, Dikdik Sadikin, mengatakan belum ada SPPG di Sumedang yang mengantongi SLHS. Namun, izin distribusi bukan dari Dinas Kesehatan, melainkan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Di Permenkes juga, SPPG boleh berproses selama setahun yang penting penjamah makan di SPPG sudah punya sertifikat," kata Dikdik di Sumedang, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Dapur SPPG Baleendah Rancamanyar Distribusikan MBG ke Lima Sekolah
Di Sumedang, di semua kecamatan, telah ada SPPG. Kecuali di Kecamatan Surian, kecamata paling utara Kabupaten Sumedang.
Dikdik mengatakan, untuk antisipasi agar tidak terjadi lagi keracunan, harus ada pengecekan serius ke setiap SPPG.
"Antisipasinya, kita harus mengecek ke tiap hari, jangan sampai kejadian kemarin terjadi lagi. Intinya dari pengolahan aman ya seperti itu, jangan sampai. Kemarin itu masih diduga, hasil lab belum keluar apakah betul dari makanan atau dari faktor lain," katanya. (*)
| Momen Polwan 'Membatu' Hadapi Demonstrasi di Bandung, Mahasiswa Pertanyakan Nyali Anggota DPRD Jabar |
|
|---|
| ASN Sumedang Terancam Kena Potong TPP Jika Gagal Kelola Sampah, Sekda Tuti: Berlaku untuk Satu SKPD |
|
|---|
| Lepas 520 Santri MDT di Jatinangor, Wabup Sumedang Ingatkan Akhlak Harus Diutamakan di Atas Ilmu |
|
|---|
| Dana Banper Macet, Dapur MBG SPPG Kertaharja Pangandaran Stop Operasional Mulai Hari Ini |
|
|---|
| Momentum 1 Muharam, Bupati Sumedang: Puskesmas Baru untuk Hijrah Pelayanan Kesehatan Lebih Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Sumedang-Dikdik-Sadikin.jpg)