Waspada Keracunan Massal, Pengawasan MBG di Sukabumi Makin Ketat, Cek Makanan hingga Data Alergi
Koorwil SPPG Kota Sukabumi menyinggung sejumlah persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan program, terutama terkait kualitas makanan.
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi terus berjalan dengan pengawasan ketat seiring banyaknya daerah mengalami keracunan.
Saat ini, sebanyak 40 dapur yang menjadi penopang program tersebut telah terbentuk, di mana 31 dapur sudah aktif beroperasi, sementara 9 lainnya masih dalam tahap persiapan.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Wilayah SPPG Kota Sukabumi, Septo Suharyanto (32) Menurutnya, cakupan penerima manfaat MBG sudah mencapai 90 persen, yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan para siswa sekolah.
Baca juga: Daftar Pejabat BGN Pengelola MBG, Dipimpin Dosen IPB Dadan Hindayana
"Total ada 40 dapur. Dari jumlah itu, 31 dapur sudah beroperasi penuh, sedangkan 9 lagi masih persiapan. Cakupan penerima manfaat juga sudah cukup tinggi, 90 persen sudah tercover", jelas Septo, Jumat (26/09/2025) kepada Tribunjabar.id,
Septo juga menyinggung sejumlah persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan program, terutama terkait kualitas makanan.
Tercatat dari Januari hingga September, pihaknya mencatat beberapa kasus makanan yang tidak layak konsumsi, seperti aroma kurang sedap, kondisi fisik makanan yang tidak segar, hingga menu yang kekurangan sayuran.
"Kalau ada makanan yang dirasa tidak layak konsumsi, kami langsung imbau agar tidak dimakan. Kami tekankan agar makanan hanya dikonsumsi maksimal empat jam setelah disajikan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya memastikan dapur-dapur penyelenggara MBG sudah melakukan pendataan terkait anak-anak yang memiliki alergi tertentu. Mereka diberikan menu pengganti agar tetap bisa menikmati makanan dengan aman.
"Semua dapur sudah kami arahkan melakukan pendataan alergi, jadi ada menu khusus pengganti agar tidak menimbulkan masalah kesehatan,” tambah Septo.
Baca juga: Dapur MBG Sarampad di Cianjur Klaim Sudah Sesuai SOP, Sebut Murid Keracunan Karena Jajan Seblak
Ia menegaskan, pengawasan kualitas pangan akan terus diperketat agar tujuan utama program MBG tercapai, yakni memberikan asupan gizi yang aman, sehat, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak maupun kesehatan ibu hamil.
"Tentu setiap SPPG ini ada ahli gizinya. Catatan hari ini, tentu menjadi koreksi kami untuk peningkatan kualitas MBG ke depan agar lebih baik," tutup Septo.
| Catut Nama Sony Sonjaya dan Sebar ID, Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan SPPG Ratusan Juta |
|
|---|
| Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Jual Titik Koordinat SPPG Palsu Hingga Rp150 Juta |
|
|---|
| Sapi Kurban di Sukabumi Jadi Langganan Pejabat, Harga Variatif Mulai Rp17,5 Juta Per Ekor |
|
|---|
| Jamin Regulasi Bersih, Kemenkum Jabar Kawal Raperda Anti Konflik Kepentingan DPRD Kota Sukabumi! |
|
|---|
| Sekda Sumedang Temukan Sejumlah Catatan Saat Sidak Dua SPPG di Ujungjaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mengecek-salah-satu-dapur-MBG-di-Kota-Sukabumi.jpg)