Jumat, 10 April 2026

Dubes Junimart Girsang Jamu PWKI dengan Sop Sapi Istimewa di Gedung Peninggalan Soekarno

Dubes Junimart Girsang, pria kelahiran Medan dengan aksen Batak yang kuat, menyambut langsung rombongan PWKI.

Editor: Ravianto
Istimewa/PWKI
Dubes RI untuk Italia, Junimart Girsang saat menyambut PWKI di Roma, Italia di depan lukisan berusia 600 tahun. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Suasana dingin ibu kota Italia yang bersuhu 4 derajat Celcius mendadak menjadi hangat oleh hidangan sop sapi khas Indonesia.

Sop hangat tersebut disajikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, kepada rombongan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di Kedutaan Besar RI (KBRI), Via Campania 53-55, Roma, pada Rabu malam (10/12/2025).

Jamuan yang berlangsung di gedung bersejarah yang dulunya disebut memiliki hubungan dengan Musollini ini menjadi ajang perbincangan hangat, sekaligus mengungkap sisi personal Dubes Junimart Girsang.

Dubes Junimart Girsang, pria kelahiran Medan dengan aksen Batak yang kuat, menyambut langsung rombongan PWKI yang dipimpin oleh CF Mayong Suryo Laksono.

"Silakan langsung saja menyantap hidangan yang telah tersedia. Sop itu sangat istimewa dan sudah lama menunggu untuk menghangatkan badan," ujar Junimart, yang ditemani antara lain oleh anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin.

Di sela santap malam yang ditutup dengan minuman khas Italia Selatan, Limoncello, Penasihat sekaligus Pendiri PWKI, AM Putut Prabantoro, menyela pembicaraan dan mengungkap sebuah informasi eksklusif (A-1) mengenai Dubes Junimart yang tidak banyak diketahui publik.

Kekuatan Kasih dan Cinta Ibu

Putut Prabantoro mengungkapkan bahwa Dubes Junimart Girsang memiliki perhatian besar dan tidak pernah menolak permintaan bantuan dari para biarawan-biarawati atau imam.

"Apa yang Pak Junimart lakukan itu tanpa pamrih. Ia melakukan dengan tulus hati bahkan dengan cinta. Ia melakukan itu semua karena cintanya kepada sang Ibu," ungkap Putut, yang disambut keheranan oleh Dubes Junimart.

Junimart Girsang, yang ibunya (Rosdiana T br Munthe) beragama Katolik, membenarkan filosofi yang digarisbawahi oleh Putut: "Kasih Itu Menyatukan."

"Seorang pria bersatu dengan wanita dan membentuk keluarga itu kan karena kasih. Termasuk sekarang kita disatukan di atas meja makan ini juga karena kasih," tegas Dubes Junimart.

Keyakinan ini tercermin di KBRI Roma, di mana Dubes Junimart tidak membeda-bedakan agama. Ia memasang salib di sejumlah dinding, namun juga menempatkan ayat-ayat Al-Qur'an bersanding dengan salib di ruang lain, dipisahkan oleh pintu.

"Cinta itu memang menyatukan dan tidak boleh memisahkan," tandas Junimart, seraya menambahkan bahwa ia berencana memasang patung Ir. Soekarno di KBRI, sebagai bentuk kecintaan pada sejarah bangsa yang membeli gedung tersebut.

Dubes Junimart Girsang, yang memiliki gelar panjang (Prof, Dr. Junimart Girsang S.H., M.B.A., M.H., M.IP) dan dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Maret 2025, menempati posnya di Roma sejak 17 Juni 2025.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved