Jabar Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Kendaraan Berat Tak Boleh Beroperasi Mulai 19 Desember
Pembatasan angkutan berat akan diberlakukan pada momen libur Natal dan tahun baru. Pembatasan dilaksanakan mulai 19 Desember 2025 sampai 4 Januari.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Ringkasan Berita:
- Polda Jabar sudah menyiapkan jurus-jurus menjelang libur Natal dan tahun baru.
- Arus lalu lintas dipresiksi naik 7 persen dibandingkan pada momen yang sama pada 2024.
- Truk sumbu tiga atau lebih tak boleh masuk tol dan jalan arteri pada 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pembatasan angkutan berat akan diberlakukan pada momen libur Natal dan tahun baru. Pembatasan dilaksanakan mulai 19 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.
"Kendaraan sumbu tiga sudah tidak diperbolehkan lagi, baik di jalan tol maupun arteri, kecuali pengangkut kebutuhan pokok,” ucap Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, di Pos Terpadu Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Polresta Cirebon, Rabu (3/12/2025).
Rudi melakukan pemantauan dalam antisipasi naiknya gelombang kendaraan pada momen Natal dan tahun baru. Lonjakan diprediksi sebanyak 7 persen.
Baca juga: PT KAI Lakukan Persiapan di Jalur Utara dan Selatan Jawa Jelang Natal dan Tahun Baru
Tak hanya sarana prasarana, ia juga meninjau panel pantauan arus, berbicara dengan petugas, hingga melakukan simulasi cepat rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan ketika volume kendaraan mencapai puncaknya.
Rudi blak-blakan membahas strategi rekayasa arus lalu lintas yang akan kembali digunakan.
“Tetap, kita akan menerapkan strategi-strategi buka tutup, contraflow penggal, dan sebagainya. Yang kita akan ciptakan adalah kenyamanan masyarakat untuk terhindar dari kemacetan dan kecelakaan," ujar Rudi.
Ia menegaskan, Polda Jabar tidak ragu mengulangi strategi yang sebelumnya terbukti efektif.
“Beberapa strategi yang dulu pernah dilakukan, kita akan terapkan juga sejauh itu memang berdampak kepada kelancaran lalu lintas,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Rudi membeberkan prediksi terbaru terkait volume kendaraan di Jawa Barat saat momentum nataru.
“(Prediksi) ada peningkatan sekitar 7 persen dari periode yang sama di 2024,” katanya.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Bulog Jabar Jamin Ketersediaan Beras Aman Sampai Panen Raya Tahun Depan
Lonjakan arus kendaraan ini, lanjutnya, harus diimbangi dengan strategi keamanan dan pencegahan kecelakaan yang lebih kuat.
“Selain kemacetan, kita fokus menekan lakalantas dan fatalitas yang terjadi,” ujarnya.
Tak hanya lalu lintas, Kapolda juga menyoroti potensi gangguan keamanan lainnya, baik kejahatan konvensional maupun ancaman terorisme.
“Kami antisipasi gangguan-gangguan kriminalitas, baik terorisme maupun yang konvensional seperti pecah kaca dan pencurian. Semuanya kita antisipasi,” jelasnya.
Antisipasi terjadinya bencana alam, menurutnya juga penting. "BPBD, relawan, termasuk sarana prasarana dari Polda sudah kita siapkan,” ucap dia.
Mengenai perbaikan jalan, Rudi memastikan tidak akan mengganggu puncak arus.
“Beberapa ruas jalan masih dalam perbaikan, tetapi pada hari-H nanti dianggap sudah selesai. Ruas lainnya tanggal 10 (Desember) sudah selesai,” ucapnya. (*)
| Polisi Diminta Usut Tuntas dan Bongkar Aktor Intelektual Anarko yang Sering Bikin Rusuh di Bandung |
|
|---|
| Kronologi Penangkapan 6 Pelaku Anarkis di Bandung: Polda Jabar Ungkap Peran Penyiap Bom Molotov |
|
|---|
| Update Kericuhan May Day Bandung: Polisi Periksa Massa Berbaju Hitam Terkait Perusakan di Tamansari |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Sejumlah Pelaku Kerusuhan saat May Day di Bandung |
|
|---|
| Massa Anarkis di Bandung saat May Day Ternyata 150-an Orang, Bawa Molotov hingga Rusak Fasilitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kapolda-Jawa-Barat-Irjen-Rudi-Setiawan-saat-memberikan-keterangan.jpg)