Rabu, 29 April 2026

Konflik Internal di Kebun Binatang Bandung Bikin Tokoh Masyarakat Sunda Prihatin

Konflik internal yang terjadi di manajemen pengelolaan kebun binatang Bandung menarik perhatian sejumlah pihak.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengunjung menyaksikan harimau Benggala makan daging ayam yang diberikan petugas saat berlibur di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/12/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Konflik internal yang terjadi di manajemen pengelolaan kebun binatang Bandung menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk dari Angkatan Muda Siliwangi dan tokoh masyarakat Sunda.

Meskipun kebun binatang Bandung sudah kembali beroperasi pada Jumat (4/7/2025) setelah sempat tutup pada Kamis (3/7/2025), konflik internal masih berlanjut dengan saling mengklaim sebagai pengelola yang legal.

Ketua Umum AMS, Rully H Alfiady menyampaikan sikap AMS terkait permasalahan itu. Ada sejumlah pernyataan sikap yang disampaikan ketika ditemui di Jalan Braga, Kota Bandung.

"Kami merasa prihatin atas peristiwa yang terjadi di kebun binatang Bandung dalam beberapa hari ini. Hal yang seharusnya tak boleh terjadi di Bandung yang selama ini tentram dan kondusif. Peristiwa ini tak saja mencerminkan sikap warga Bandung yang ramah juga telah menimbulkan korban luka berdarah," katanya.

Lanjutnya, siapa pun yang memberikan hak pada pengelolaan kebun binatang Bandung dalam posisi aset sitaan Kejati Jabar, harus bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa ini karena sudah menjadi pemicu konflik.

"Sebagai salahsatu penjaga marwah Sunda, kami berkepentingan untuk ikut mempertahankan kebun binatang alias derenten sebagai salahsatu kekayaan sejarah dan budaya orang Sunda. Orang Sunda khususnya orang Bandung mempunyai hak sejarah dan hak kultural atas keberadaan kebun binatang Bandung yang berdiri sejak 1933," ujar Rully.

Dia juga berterima kasih kepada keluarga besar Raden Ema Brata Kusumah yang sudah memberikan kebanggaan pada warga Bandung dan Sunda atas berdirinya kebun binatang Bandung. Dia menegaskan pihaknya akan konsisten mendukung kekayaan sejarah Sunda untuk tetap dalam penguasaan orang Sunda.

Rully juga mendorong Pemkot Bandung untuk turut campur dalam masalah ini yang memang sudah menjadi kewajiban Pemkot Bandung.

"Ini (kebun binatang) kekayaan budaya dan sejarah kota Bandung. Dan, sudah sepatutnya pemkot melindungi dan menjaganya. Jangan sampai jatuh ke pihak yang tak bertanggung jawab. Dan, saat ini diuji pemkot memihaknya ke mana, apakah ke yang berkepentingan atau kebenaran," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved