Senin, 13 April 2026

Dedi Mulyadi Curhat kepada Presiden Prabowo Soal Petani, dari Masalah Semprot Hama sampai BPJS

Gubernur Dedi Mulyadi memanfaatkan kesempatan emas untuk menyuarakan aspirasi langsung dari para petani kepada Presiden Prabowo.

Biro Pers Sekretariat Presiden
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Senin (7/4/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Kabupaten Majalengka jadi sorotan nasional, Senin (7/4/2025), saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam gelaran panen raya padi yang digelar di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Ligung.

Dalam kesempatan spesial tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mendampingi kepala negara di tengah hamparan sawah yang memasuki masa panen.

Tak hanya berlangsung di Majalengka, kegiatan panen raya ini sejatinya merupakan aksi serentak yang dilaksanakan di 157 kabupaten/kota dan mencakup 14 provinsi dari Sabang hingga Merauke.

Jawa Barat secara khusus dipilih menjadi tuan rumah utama karena perannya yang krusial sebagai salah satu wilayah penghasil padi terbesar di tanah air.

Pada momen panen tersebut, Presiden Prabowo tak ragu untuk langsung turun ke area persawahan. Ia tampak mengoperasikan mesin panen modern bernama combine-harvester, alat canggih yang mampu memanen padi dengan efisien dan cepat.

Aksi Presiden di sawah itu tak berlangsung sendirian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun ikut menaiki combine-harvester tersebut, memperlihatkan semangat kebersamaan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian nasional.

Gelaran panen raya ini tidak hanya menjadi seremoni panen, tetapi juga menandai suksesnya musim tanam serta menjadi simbol peningkatan hasil tani yang signifikan. Lebih dari itu, acara ini menjadi refleksi nyata dari langkah strategis menuju kedaulatan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian produksi beras nasional berada pada jalur yang positif.

Dari laporan sang menteri, diketahui bahwa cadangan beras nasional saat ini mencapai 2,4 juta ton dan setelah panen raya diprediksi akan meningkat menjadi 3 juta ton—angka tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Ia juga menyampaikan bahwa karena hasil panen yang begitu melimpah, bahkan beberapa gudang penyimpanan mulai kewalahan menampung seluruh produksi.

Setelah rangkaian panen selesai dilakukan, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan menyapa para kepala daerah dan petani dari berbagai provinsi lewat sambungan konferensi video. Kehangatan komunikasi ini menjadi penegas bahwa sektor pertanian menjadi perhatian utama pemerintah.

Curhat Petani: Dari Semprot Hama Sampai BPJS

Dalam momen yang penuh kedekatan itu, Gubernur Dedi Mulyadi memanfaatkan kesempatan emas untuk menyuarakan aspirasi langsung dari para petani kepada Presiden Prabowo.

Dedi menjelaskan bahwa saat ini distribusi pupuk untuk petani di wilayah Jawa Barat sudah mulai stabil dan lancar. Namun, menurutnya, masalah justru muncul dari biaya produksi yang tinggi karena kebutuhan akan pestisida.

"Sekarang pupuk sudah lancar, tapi biaya tinggi produksinya itu di obat-obatan karena sebelum mulai menanam mereka harus mengeluarkan biaya untuk semprot keong atau hama. Nyemprot-nya itu dua kali sehari," ungkap Dedi, menyoroti beban biaya yang cukup besar untuk mengendalikan hama tanaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved