Rabu, 6 Mei 2026

Warga Antusias terhadap Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Dedi Mulyadi: Uangnya untuk Infrastruktur

Antusiasme ini terlihat jelas dari lonjakan signifikan dalam jumlah pembayaran pajak hanya dalam empat hari pertama pelaksanaannya.

Tayang:
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama/Arsip
DATANGI SAMSAT - Para pengendara motor mendatangi Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) II atau Samsat Kabupaten Bandung, untuk ikut program pemutihan pajak kendaraan pada Senin (23/3/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor yang resmi diluncurkan pada 20 Maret 2025 berhasil menarik perhatian luas masyarakat Jawa Barat.

Antusiasme ini terlihat jelas dari lonjakan signifikan dalam jumlah pembayaran pajak hanya dalam empat hari pertama pelaksanaannya.

Dalam kurun waktu 20-23 Maret 2025, tercatat peningkatan jumlah wajib pajak yang memenuhi kewajiban mereka hingga 104 persen.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 173.797 wajib pajak telah melunasi pembayaran mereka, dibandingkan dengan rata-rata harian yang biasanya hanya mencapai 85.027 orang.

"Bahkan saat hari libur Sabtu dan Minggu, jumlah pembayaran pajak cukup tinggi," ungkap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya pada Senin (24/3/2025).

Tidak hanya jumlah wajib pajak yang meningkat drastis, tetapi nilai total pajak yang berhasil dikumpulkan juga menunjukkan tren positif.

Selama empat hari pertama program ini, pendapatan pajak tercatat mencapai Rp76,3 miliar, meningkat 54 persen dibandingkan periode biasa yang hanya mengumpulkan sekitar Rp49,7 miliar.

Sebagai catatan khusus, pada hari Minggu (23/3), meskipun pelayanan kantor Samsat libur, jumlah pembayaran pajak mencapai Rp4,6 miliar.

Angka ini jauh melampaui rata-rata biasanya yang tidak lebih dari Rp1 miliar untuk hari libur. Fenomena ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan layanan pembayaran, termasuk melalui platform digital seperti aplikasi Sapawarga.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa seluruh dana pajak yang diterima akan dialokasikan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Tahun 2025, fokus utama adalah penyelesaian proyek jalan provinsi, yang kemudian akan dilanjutkan dengan program pengembangan jalan kabupaten/kota pada tahun 2026, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan anggaran.

"Saya berterima kasih kepada masyarakat pembayar pajak dan petugas Samsat yang sudah bekerja tanpa lelah. Pimpinan mau turun ke lapangan dan berhasil mengatasi kendala yang dialami masyarakat," tambah Dedi.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat telah diberi arahan khusus untuk meningkatkan kualitas sistem dan layanan.

Kepala Samsat diminta turun langsung ke lapangan guna memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Gubernur juga menyatakan bahwa tim evaluasi akan segera diterjunkan ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Tim ini bertugas mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi oleh para wajib pajak dan mencari solusi terbaik untuk memperbaiki proses pelayanan.

Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Jawa Barat dalam mendorong partisipasi masyarakat serta mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih baik demi kemajuan bersama.

Dengan antusiasme yang begitu besar, harapan untuk mencapai target pembangunan semakin optimis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved