Jumat, 1 Mei 2026

Melihat Aktivitas Belajar Murid SD di KBB yang Numpang ke MTs Akibat Terdampak Pergerakan Tanah

Murid SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB tetap semangat belajar meski mereka harus numpang ke sekolah lain

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Suasana KBM SDN 1 Babakan Talang yang terpaksa harus numpang belajar ke sebuah MTs di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (4/3/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Murid SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tampak semangat belajar meski mereka harus numpang ke sekolah lain.

Seperti diketahui, sebanyak 90 murid SDN tersebut harus belajar ke MTs Al-Ikhlas Babakan Talang karena bangunan sekolah mereka hancur setelah terdampak pergerakan tanah yang saat ini kondisinya semakin parah.

Puluhan murid itu menempati lima ruang kelas kosong milik MTs Al-Ikhlas. Untuk kelas 3 sampai kelas 6 di ditempatkan di satu ruang kelas, sementara kelas 1 dan 2 digabungkan karena keterbatasan ruang.

"Alhamdulillah masih bisa belajar meski menumpang di sekolah lain. Pindah ke sini karena di sana ruangan kelas roboh dan kelas yang lain gak aman," ujar Devi, murid Kelas IV SDN 1 Babakan Talang di MTs Al-Ikhlas, Senin (4/3/2024).

Untuk numpang di sekolah tersebut, mereka mengangkut bangku, meja, papan tulis, dan buku-buku yang masih bisa diselamatkan setelah bangunannya ambruk akibat terdampak pegerakan tanah.

Meski di tengah keterbatasan, mereka tetap antusias dan tidak mengeluh saat belajar meski jarak dari rumah ke sekolah menjadi jauh dan sebagian murid harus diangkut dari tempat pengungsian di Islamic Center.

"Tadi berangkat dijemput ibu guru pakai motor karena jaraknya cukup jauh. Biasanya, kalau ke sekolah lama jalan kaki, sekarang harus tunggu dulu jemputan," katanya.

Atas hal tersebut, semua murid berharap bisa segera mendapat kejelasan terkait relokasi bangunan sekolah karena mereka ingin bangunan sekolah baru di tempat yang aman dari bencana pergerakan tanah serta dekat dengan rumah.

"Saya gak terganggu belajar di sini, cuma tetap pasti lebih nyaman kalau punya bangunan sekolah sendiri," ucap Devi.

Guru 1 Babakan Talang, Weni, mengatakan setelah terjadi bencana pergerakan tanah itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) murid telah dialihkan sejak sepekan lalu dan sempat diliburkan satu pekan karena saat itu belum ada tempat alternatif.

"Alhamdulillah gak ada korban karena sejak retak-retak murid sudah diliburkan dan belajar daring. Nah kemarin Senin diputuskan belajar dipindahkan ke MTs Al-Ikhlas," kata Weni. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved