Update Korban Erupsi Gunung Semeru, 22 Orang Meninggal, 22 Orang Hilang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Abu menutupi rumah dan pepohonan di lereng Gunung Semeru di Lumajang pada 5 Desember 2021, sehari setelah letusan gunung berapi di gunung yang menewaskan sedikitnya 14 orang. (Photo by AMAN ROCHMAN / AFP)

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 22 orang meninggal dunia akibat  erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.

Erupsi Gunung Semeru juga mengakibatkan 22 hilang dan 56 orang luka-luka.

Data itu berdasarkan update pada Senin (6/12/2021), pukul 20.15 WIB.

Dari 22 orang korban meninggal dunia, 14 orang di antaranya teridentifikasi di Kecamatan Pronojiwo.

"Sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro," kata ujar Plt Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers, Senin, (6/12/2021).

Abdul Muhari juga mengatakan posko BNPB masih mendata dan menvalidasi data jumlah warga yang dinyatakan hilang.

Baca juga: Lihat Tanda-tanda Alam Ini, Mursid dan Ponidi Selamat dari Letusan Gunung Semeru

Jumlah populasi terdampak erupsi Semeru berjumlah 5.205 jiwa dengan 2004 warga diantaranya mengungsi.

Sebanyak 2.004 warga berada di 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian. 

Jumlah penyintas tertinggi berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa, Pasirian 563 dan Pronojiwo 305. 


Selain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru juga mengakibatkan kerusakan di sektor pemukiman, pendidikan maupun sarana dan prasarana.

"Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan data sementara rumah terdampak 2.970 unit, fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus 1 unit," ujarnya.

Penulis: Taufik Ismail

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Korban Erupsi Semeru: 22 Orang Meninggal Dunia