Sindikat Kartu Prakerja Fiktif di Bandung, Raup Cuan Miliaran Dalam Seminggu, Begini Modusnya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat ditemui TribunJabar.id di Mako Brimob Cikeruh, Jatinangor, Sumedang, Minggu (14/11/2021).

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Polda Jabar membongkar sindikat peretas data base kependudukan yang digunakan  untuk membuat ribuan kartu prakerja fiktif. Pelaku ditangkap di Bandung. 

Tak hanya mengungkap jaringannya, polisi juga menangkap sejumlah pelakunya.

Para pelaku ditangkap saat menjalankan aksinya di salah satu hotel di kawasan Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung.

"Ada lima tersangka yang berhasil kami amankan, yakni AP, RY, AW, dan WG yang kami amankan di Bandung, serta BY yang kami amankan di Samarinda. Dari perbuatannya, para pelaku mendapat keuntungan Rp 2,5 miliar sampai dengan Rp 15,3 miliar," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago, di Mapolda Jabar, Senin (6/12).

Baca juga: Empat Polisi Jahat Dipecat dari Polri Daerah Ini, Kelakuannya Bikin Malu

Erdi mengatakan, para pelaku menjalankan aksinya melakukan ilegal akses data base kependudukan untuk membuat kartu prakerja untuk mendapatkan keuntungan dari web prakerja.

Dana yang disasar bukan saja dana pelatihan Rp 1 juta per setiap akun. Tapi juga dana insentif Rp 600 ribu yang diberikan selama empat kali per bulan serta dana survei Rp 50 ribu untuk tiga kali survei untuk setiap akunnya.

"Pelaku utama kasus ini adalah BY. Dia berperan sebagai hacker yang membuat script untuk scrapping (proses mengekstrak data dari sebuah situs web) secara random data NIK dan KK dari website BPJS Ketenagakerjaan.go.id. Ada sebanyak 12.401.328 data NIK dan 322.350 data foto yang disimpan di penyedia VPS di Amerika," katanya.

Dari data itu, kata Erdi, yang terverifikasi sistem sampai minta email ada sebanyak 50 ribu data. Sebanyak 10 ribuan akun di antaranya bisa sampai pada tahapan mendapatkan one-time password (OTP) dari sistem.

Baca juga: Alumni Akpol, Jadi Perwira Polisi lalu Jadi Penyidik KPK, Novel Baswedan Terima Jadi ASN Polri

"Setelah dapat OTP, akun yang berhasil itu didaftarkan ikuti gelombang program prakerja dan menunggu pengumuman dari sistem bahwa nama itu lolos. Si BY ini mengirimkan data NIK, foto, KTP palsu, dan email yang sudah teregister sebagai akun prakerja fiktif ke pelaku AP lewat telegram," katanya.

Selanjutnya, AP berperan memasukkan nomor ponsel yang sudah terverifikasi dengan provider gunakan data NIK orang lain ke akun prakerja fiktif yang sudah dibuatkan BY.

Halaman
123