Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Gubernur Larang Susur Sungai, Kemenag Hentikan PTM di MTs Harapan Baru

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ibu dan kakak Aditya memeluk teman Aditya Maulana, siswa MTS Harapan Baru Cijantung Ciamis, korban tenggelam saat Pramuka susur sungai.

Menyusul tragedi di Leuwi Ili Sungai Cileueur yang menewaskan 11 siswa ini, kata Asep, Kantor Kemenag Ciamis mengeluar surat edaran (SE) ke semua madrasah ibtidaiyah (MI), marasak tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MI) di Ciamis.

“Surat edaran tersebut mengingatkan pihak madrasah untuk mengevaluasi kembali kegiatan –kegiatan ekskul di luar kampus. Apalagi kegiatan yang cukup berbahaya. Tidak hanya susur sungai, mungkin juga kegiatan lainnya. Kegiatan-kegiatan yang membahayakan harus dihindari,” katanya.

Menyusul terjadinya tragedi yang menewaskan belasan santri di Sungai Cileuleur, Jumat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun akhirnya melarang kegiatan susur sungai. Pelarangan diberlakukan hingga standar operasional prosedur (SOP)-nya disusun secara komprehensif.

Gubernur juga memerintahkan Badan Penanganan Pencana Dawerah (BPBD) Jabar untuk menyusun SOP mengenai kegiatan alam dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

"Saya melarang ada susur sungai di masa depan, kecuali sudah ada SOP yang jelas dari BPBD. Oleh karena itu, saya minta kepada BPBD untuk menyusun sebuah SOP bagaimana kegiatan alam itu bisa dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan. Mungkin BPBD, saya sudah minta dan berkoordinasi dengan pencinta alam profesional, seperti Wanadri, sehingga di masa depan tidak boleh terulang lagi hal-hal ini," ujarnya, Sabtu (16/10) saat melakukan takziah kepada keluarga salah satu santri di Depok, yang wafat akibat insiden susur sungai.

"Karena kehilangan satu nyawa itu tidak bisa tergantikan oleh apapun. Apalagi sekarang jumlahnya tidak sedikit," lanjutnya.

Emil mengatakan, ia juga telah meminta kepala daerah dan Kementerian Agama Provinsi Jabar untuk evaluasi kegiatan pembelajaran tatap muka melalui tahapan yang ketat, termasuk kegiatan susur sungai yang sudah menelan korban jiwa.

"Saya sudah minta sesuai kewenangan, level SMP Tsanawiyah itu ada di bupati dan Kemenag untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh," ucapnya.

Sebelas siswa MTs Harapan Baru tewas tenggelam di Leuwi Ili, Dusun Wetan, Desa Utama Cijeunjing, Jumat (15/10) sore. Jasad mereka ditemukan mengambang dan terselip di antara batu dalam pencarian dramatis yang berlangsung hingga Jumat malam. Musibah terjadi saat mereka melakukan kegiatan kepanduan susur sungai.

Namun, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil, memastikan, kegiatan susur sungai yang tengah dilakukan para korban saat itu bukanlah kegiatan Pramuka seperti yang diberitakan, melainkan kegiatan mandiri yang dilakukan secara rutin oleh pihak MTs Harapan Baru dengan niat luhur untuk mendidik santriwan dan santriwati untuk mencintai lingkungan.

"Kegiatan ini adalah bukan kegiatan pramuka, karena MTs yang bersangkutan bukan termasuk Gugus Depan, juga tidak melaksanakan ekskul pramuka. Tapi ini adalah kegiatan panduan mandiri yang dilakukan secara rutin oleh sekolah yang bersangkutan," kata Atalia, usai meninjau lokasi kejadian, Sabtu (16/10).

Halaman
123