Fenomena Pertumbuhan Eceng Gondok Paling Parah Tahun Ini, Diperkirakan Mencapai 1.000 Hektar

Penulis: Irvan Maulana
Editor: Siti Fatimah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Eceng gondok di Waduk Jatiluhur

TIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Fenomena pertumbuhan eceng gondok di waduk Jatiluhur merupakan fenomena yang cukup berdampak pada kegiatan masyarakat, berdasarkan informasi yang berhasim dihimpun Tribun di lapangan, fenomena pertumbuhan eceng gondok tahun ini merupakan yang terparah.

Kepala Angkutan Sunga Danau dan Penyebangan (ASDP) Jatiluhur Atim Priantono mengatakan, luas eceng gondok yang merambat di waduk Jatiluhur hampir mencapai 10 persen dari luas waduk atau danau.

"Kalau tahun ini termasuk yang paling parah, karena menurut perkiraan pertumbuhan eceng gondok saat ini hampir mencapai 1.000 hektare," ujar Atim ketika ditemui Tribun di Kantor ASDP Jatiluhur, Senjn (18/10/2021).

Baca juga: Cerita Satpolairud Evakuasi 22 Wisatawan Asal Jakarta yang Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur

Diketahui, waduk Jatiluhur memiliki luas sekitar 8.300 hektare, dengan demikian merambatnya eceng gondok yang mencapai hampir 10 persen luas danau.

Selain luas, pertumbuhan eceng termasuk paling cepat dan berukuran besar.

"Kalau ditengah eceng itu hampir 1 meter, kalau dibandingkan dengan perahu jukung ukuran eceng gondok justru lebih tinggi eceng," kata dia.

Baca juga: Kisah Nahkoda Kehilangan Nyawa, Meninggal di Perahu, Gara-gara Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur

Terpisah, Kasatpolairud Polres Purwakarta AKP Jajang Sukandar mengungkap, pembersihan eceng gondok dilakukan sebanyak dua kali dalam sepekan bersama dengan Perum Jasa Tirta (PJT).

"Biasanya kerja bakti hari Senin dan Kamis, kita bersama masyarakat, para nakhoda dan petambak ikan, serta dibantu Satgas Citarum Harum Sektor 14 dan pihak PJT," katanya.

Kendati demikian, pertumbuhan eceng gondok lebih pesat dari proses pembersihan.

"Kita bersihkan diangkat manual, satu hari rata-rata bisa 5 truk kita angkat, tapi justru pertumbuhan eceng dua kali lipat dari yang dibersihkan," katanya.

Mengingat fenomena pertumbuhan eceng gondok masih menjadi masalah di waduk Jatiluhur, Kasatpolairud mengimbau agar warga maupun masyarakat yang beraktivitas di danau Jatiluhur agar cepat kembali sebelum petang.

Baca juga: Eceng Gondok di Bendungan Jatiluhur Ganggu Laju Transportasi Air Warga Pelosok Purwakarta

"Kami selalu imbau supaya mereka baik pemancing atau wisatawan maupun para nakhoda agar tidak beraktivitas terlalu sore, sebab kecepatan angin menjelang sore lebih kencang dari siang ke pagi, angin tersebut bisa merapatkan hamparan eceng sehingga menutup jalur perahu," katanya.

Selain itu, ia mengimbau agar para nakhoda maupun masyarakat yang hendak beraktivitas di danau disarankan untuk membawa bekal dua kali lipat lebih banyak.

"Misalkan biasanya bawa bekal untuk sehari, sebaiknya diantisipasi agar membawa bekal lebih banyak, bilamana terjadi hal buruk terjebak eceng gondok bisa beratahan dengan perbekalan yang ada," ucapnya.