Dua Kapolsek di Indramayu Tertipu Bisnis BBM, Rugi Miliaran Rupiah

Editor: Ravianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pasokan BBM dan LPG Pertamina. Kapolsek Terisi Iptu Hendro Ruhanda dan Kapolsek Jatibarang Kompol Alka Nurani tertipu mentah-mentah karena tergiur keuntungan melimpah, bisnis bahan bakar minyak atau bisnis BBM senilai miliaran rupiah.

"Pak Alka Nurani, rugi mencapai Rp 135 juta," ujar Iptu Hendro.

Hendro mengatakan, A menipu para korbannya dengan mengajak kerja sama dalam bisnis pendisribusian BBM.

A "berhasil" mempedaya para korbannya karena melabeli tempat penyimpanan BBM-nya dengan nama Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (INKOPPOL). Tak hanya itu, A juga menjanjikan keuntungan yang banyak.

Kepada para korbannya, A menjanjikan keuntungan Rp 100 per liter dan dalam waktu singkat.

Aksinya terbongkar karena hingga batas waktu yang disepakati, para korban ternyata tak kunjung menerima keuntungan yang dijanjikan.

Setelah perjanjian dibuat, keuntungan yang dijanjikan tersebut tidak kunjung diterima.

Hendro mengaku, penyertaan modal Rp 60 juta yang ia berikan, ia hanya menerima sekitar Rp 25 juta. A kemudian menghilang sebelum akhirnya ditangkap di rumah mertuanya.

"Jadi dia ini menipu korban untuk membayar sebagian keuntungan dari kerjasama dengan korban sebelumnya yang ia janjikan, dan kejadiannya terus berulang hingga banyak korban yang tertipu," ujarnya.

Hendro mengatakan, kepada penyidik A sudah mengakui seluruh perbuatannya. A juga sudah meminta maaf.

A bahkan meminta izin pada penyidik untuk diperbolehkan tidur di sel tahanan pada malam seusai diperiksa.

"A mengaku ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya dan merasa sangat bersalah," ujar Hendro.(handhika rahman)