Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro Akan disurvey, Pelaku Usaha Seperti Ini Tak Dapat Bantuan

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Siti Fatimah
Ilustrasi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Nandang mengatakan, penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta bakal disurvey.

Ia menyebut, survey akan dilakukan oleh bank penyalur bantuan bagi para pemilik usaha terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Agro Jabar, Menuju Jabar Lumbung Pangan Nasional

Baca juga: Cegah Covid-19, NasDem Jabar Kampanyekan Olahraga dengan Gowes Sehat NasDem

Baca juga: Download Lagu Secret Number - Got That Boom dan Privacy MP3, Lengkap dengan Lirik Lagu dan Ulasannya

"Nanti ada survei tentunya tidak gegabah, jangan sampai program ini salah sasaran. Saat ini survei sudah mulai dilakukan oleh bank penyalur ke masing-masing pelaku usaha," ujarnya.

Menurutnya, apabila usaha penerima BPUM ini fiktif atau bodong, maka bantuan tersebut harus dikembalikan.

Baca juga: Ole Gunnar Solskjaer Kini Samai Salah Satu Rekor Sir Alex Ferguson di Manchester United

Baca juga: Mencetak Gol di Laga Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen, Erling Haaland Mengaku Masih Kurang Tajam

Baca juga: Beberapa Strategi Pemulihan Ekonomi Telah Disiapkan Pemkab Bandung Barat

"Jika memang usahanya dipalsukan, siap-siap saja harus mengembalikan uang Rp 2,4 juta itu," jelasnya.

Dengan membludaknya pendaftar BPUM ke DPKUKM, Nandang meminta pemerintah desa tidak mengeluarkan Surat Keterangan Usaha (SKU) sembarangan.

Baca juga: Tiga Pelaku Begal Motor Diringkus Polisi Arcamanik Bandung, Korban Dipepet Jatuh Lalu Diacungi Golok

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Komunitas Indonesia Timur Kumpulkan 5.322 Kantung Darah

Baca juga: Irfan Hakim Bongkar Rizky Billar akan Menikah Tahun Depan, Ada Pertemuan dengan Keluarga Lesti?

"Dilematis ya, Pemerintah Desa pun mungkin serba salah, tetapi saya harap yang mendapatkan BPUM ini adalah benar-benar pelaku usaha kecil. Sampai saat ini baru 82 ribu, saya prediksi sih bisa mencapai 150 ribu pendaftaran. Mungkin akan lebih banyak dari gelombang pertama," katanya.