Kanal

Thiflah Raudotul Jannah, Hafal 30 Juz, Menguasai Sanad Rasulullah SAW, Kini Ingin Mewariskan Ilmunya

Thiflah Raudotul Jannah (kiri) bersama kakaknya Anisa Tis'ah Wakhomsyah menunjukkan sertifikat Jamiyyah Tahfidz Quran di rumahnya, Kampung Lawang Biru, Desa Situjaya, Kecamatan Karangpawitan, Minggu (5/5).

Semasa anak-anak, Thiflah Raudotul Jannah bahkan lebih menyenangi bermain bola bersama anak laki-laki. Orang tuanya lalu menyekolahkan Thiflah ke SMP IT agar mengurangi hobinya bermain bola.

Namun anak dari pasangan Iis Farida (46) dan Aceng Abi Ahmad Salabi (57) itu malah semakin menggandrungi sepak bola.

Tak ada yang mengira, selepas SMP Thiflah malah ingin melanjutkan pendidikan untuk mendalami Alquran.

Tips Berpuasa Ramadhan 1440 H Bagi Penderita Maag, Jangan Sampai Sakit Jadi Alasan Tak Berpuasa

"Dulu asalnya mau dimasukin SMK saja. Soalnya suka main bola. Tapi anaknya malah milih mau tahfidz setelah keluar SMP. Banyak yang aneh sekarang bisa hafal Quran sampai tahu sanad," ucap Iis, ibu Thiflah.

Iis menambahkan, semasa SD dan SMP anaknya tak terlalu mendalami Alquran. Thiflah hanya belajar mengaji biasa. Keinginan Thiflah untuk belajar Alquran pun sangat didukung keluarga.

Dari buku sanad Quran riwayat Imam Hasf Qiroah Imam Ashim dari Syekh Abdul Aziz Baidhawi Al Bajuri Al Azhari, Thiflah jadi orang ke 32 yang menguasai sanad secara turun temurun. Gurunya yakni seorang ustad lulusan Mesir, yakni Ustad Nur Hidayat, LC.

Hari Pertama Puasa, Ini Jadwal Buka Puasa 1 Ramadhan 1440 H, Senin 6 Mei 2019

Thiflah sekarang memiliki keinginan untuk menurunkan ilmunya. Namun ia masih belum siap karena lokasi untuk belajar masih dalam tahap pembangunan.

"Kemarin sudah ada dua orang yang nanya-nanya ingin belajar. Tapi nunggu tempatnya beres dibangun," ucap Thiflah.

Butuh perjuangan untuk bisa diterima sebagai murid tahfidz Quran. Awalnya Thiflah mendaftar ke Ponpes di Cimahi. Namun ia tak berhasil lolos karena bersaing dengan ratusan pendaftar.

Lantas ia kembali mencoba ke Situbondo dan akhirya diterima. Penggemar klub Real Madrid itu sampai kini tak menghilangkan hobinya soal bola. Ia masih sering menonton bola.

Untuk mengisi waktu luang, Thiflah juga menjadi guru ngaji kepada anak-anak di kampungnya.

Ia bertekad, untuk bisa menurunkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk menjaga kesucian Alquran yang sudah turun temurun diberikan.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar

Berita Populer