Selasa, 7 April 2026

Penyidik KPK Diteror

Novel Baswedan Kembali Jalani Operasi Mata di Singapura

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan baru saja. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri), didampingi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kanan), saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel Baswedan kembali ke Indonesia setelah menjalani pengobatan di Singapura untuk melakukan penyembuhan matanya yang disiram air keras. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan baru saja menjalani operasi mata kirinya di Singapura, Kamis (28/2018).

Kondisi mata kirinya kurang baik. Penglihatannya belakangan ini kian berkurang.

Sebelum operasi, dokter melakukan pemeriksaan awal. Dari situ diketahui lensa buatan yang terpasang pada mata kiri Novel tertutup pertumbuhan selaput.

"Pertumbuhan selaput ini sedikit menutupi lensa buatan yang terpasang pada mata kiri," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Atas kondisi itu, dokter memutuskan untuk melakukan operasi kecil guna memotong dan merapikan selaput yang tumbuh menutupi lensa di mata kiri Novel.

Usai menjalani operasi, dikatakan Febri, Novel pun merasa penglihatannya menjadi lebih baik dan visi penglihatan mata kiri menjadi lebih luas dari sebelumnya.

Meski begitu, Novel masih tetap harus menjalani pemeriksaan pasca operasi kecil yang direncanakan akan dilakukan kembali pada minggu depan.

Dalam pemeriksaan lanjutan tersebut, Novel juga akan diperiksa terkait glaukoma dan CT Scan oleh tim dokter di Singapura.

"Dari surat keterangan yg diberikan dokter, ditulis "is unfit for duty". Maka Novel belum bisa bekerja karena masih harus istirahat selama 31 hari, sampai dengan 28 Juli 2018," tandas Febri.

Sementara itu untuk penanganan kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, tak ada yang bisa disampaikan oleh Febri, mengingat penyidikan kasus ini masih berjalan di tempat.

Meski pihak kepolisian telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap saksi dan merilis sketsa wajah pelaku pada pertengahan 2017 lalu.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved