Kamis, 9 April 2026

Festival Tatar Sunda Cirebon

Tarian Boboko Membuka Festival di Purwakarta

Tarian boboko (bakul) membuka membuka Festival Tatar Sunda Cirebonan di Jalan RE Martadinata, Purwakarta, Sabtu (30/7) malam.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR
TARI BOBOKO: Sejumlah penari memainkan Tarian Boboko dengan membawa boboko pada pembukaan Festival Tatar Sunda-Cirebon di Jalan LRE Martadinata, Purwakarta, Sabtu (30/7) malam. Acara itu merupakan rangkaian hiburan dalam rangka hari jadi ke-185 Purwakarta dan ke-48 Kabupaten Purwakarta. 

PURWAKARTA, TRIBUN - Tarian boboko (bakul) membuka membuka Festival Tatar Sunda Cirebonan di Jalan RE Martadinata, Purwakarta, Sabtu (30/7) malam, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari jadi ke-185 Purwakarta dan ke-48 Kabupaten Purwakarta.

Para penari perempuan membawa boboko di sela tariannya seraya menaburkan biji beras ke udara dan jatuh ke tanah. Para penari laki-lak kemudian memungutinya kembali.

Beras yang dihadirkan dalam tarian boboko ini juga memiliki pesan tersendiri, terutama sebagai simbol ketahanan pangan. Dalam tradisi masyarakat Sunda, boboko dan beras merupakan satu kesatuan, terutama untuk memasak.

Tarian boboko ini membawa pesan tersendiri bagi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang berkesempatan memberikan sambutan seusai gelaran tarian pembuka.

"Kenapa boboko, bakul? Karena ini terbuat dari bambu. Kenapa bambu, karena bambu memiliki nilai ekonomi yang tinggi bila dikemas dengan baik," ujar Dedi.

Tidak mengherankan, kata dia, banyak negara maju, termasuk Cina, menjadikan bambu sebagai barang istimewa. "Jepang masih makan menggunakan sumpit yang terbuat dari bambu. Saya lihat di Malaysia bakul dijual Rp 250 ribu. Artinya, negara maju sudah menggunakan boboko," ujar Dedi.

Karenanya, ia meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Purwakarta untuk memasukkan pelajaran keterampilan menganyam bambu.

"Sok Disdikpora hadirkan perajin anyaman bambu buat ngajarin pelajar bikin anyaman, asah kreativitas pelajarnya. Nanti bisa bikin bakul, kipas, sekalian nanti bisa bikin rumah dari bambu," ujar Dedi.

Saat ini, hampir di seantero Purwakarta gang-gang dipenuhi gapura dengan hiasan ornamen berbahan bambu, memperingati hari jadi daerah berpenduduk kurang dari satu jiwa itu, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-71 Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Pada pembukaan festival, hadir pula Kapolres AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0619 Purwakarta Letkol Czi Cahyadi Amperawan, yang mengenakan busana kasual warna putih. (men)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved