Komunitas Musik
Asyik Nih . . . Komunitas Musik Punya Tempat Anyar di Bandung untuk Kumpul
Di AGC Music School, para penikmat musik bisa belajar, sharing dan berkumpul mengenai musik.
Penulis: Taufik Ismail | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Taufik Ismail
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID --- KOMUNITAS musik dan musisi di Bandung kini punya tempat anyar untuk nongkrong.
Di AGC Music School, para penikmat musik bisa belajar, sharing dan berkumpul mengenai musik.
AGC adalah sekolah musik yang didirikan oleh Agung Ridho, gitaris Burgerkill. Jumat (17/6/2016), AGC menempati lokasi baru di Jalan Surapati, Nomor 197 setelah sebelumnya bertempat di kawasan Ujung Berung.
Agung mengatakan rencana memindahkan AGC sudah ada sejak lama. Terlebih program-program di AGC terus bertambah. Yang semula hanya mengajarkan gitar, AGC kini juga memiliki program-program yang lain.
"Jadi, hijrah ke tempat yang lebih luas menjadi kebutuhan," kata Agung kepada Tribun di AGC.
Menempati lokasi yang lebih strategis, Agung punya keinginan. Ia dan kawan-kawannya ingin AGC bisa menjadi one stop music hangout.
"Di lokasi ini juga ada studio music, cafe dan space lain yang bisa dimanfaatkan. Mudah-mudahan tempat ini bisa jadi sejenis one stop music hangout," ucap Agung. AGC juga bekerjasama dengan Super Music.ID untuk membuat desain interior sekolah musik tersebut.
Pindah ke tempat baru, Agung dan pengajar lainnya yang juga merupakan musisi tambah semangat. Hal ini yang dirasakan Risa Sarasvati pengajar program vokal.
Vokalis Sarasvati ini mengatakan, mengajar vokal merupakan pengalaman baru untuknya. Ia menambahkan dirinya mengenal olah vokal saat mengikuti ekskul paduan suara di sekolah.
Ia kemudian mendirikan band yang terus eksis hingga kini. "Pengalaman belajar otodidak seperti ini yang ingin saya tularkan," ujarnya.
Menurutnya, di sini juga mereka bisa berinteraksi langsung dan membagi ilmu. Misalnya saja bercerita tentang pengalaman merilis album sendiri.
Agung menambahkan, tutor-tutor di AGC memang semuanya praktisi dan pelaku yang bisa dibilang profesional.
"Jadi kami tak hanya mengajarkan kurikulum, tapi juga pengalaman," kata Agung.
Walau dihuni tutor-tutor yang mayoritas berkecimpung di genre musik keras, bukan berarti apa yang diajarkan melulu musik keras.
"Kami suka dengan berbagai jenis musik. Saya juga mengajar gitar klasik di sini. Jadi yang pengen ngeband atau kumpul bisa di sini. Musik apa saja," ucap Agung.
Tutor di AGC lainnya Hinhin Agung mengatakan mereka merekrut musisi aktif independen di Bandung agar membedakan dengan sekolah musik yang lain.
"Kami juga sering berkolaborasi dengan murid untuk tampil. Ini supaya mereka tahu aslinya di lapangan seperti apa," kata gitaris yang akrab disapa Akew ini. (tis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/penganajar-di-komunitas-musik-ags_20160618_133138.jpg)