Selasa, 7 April 2026

Jalan Rusak Kabupaten Bandung

Warga Kompleks Parahyangan Kencana Soreang Protes Soal Jalan Rusak

Padahal, warga baik secara individu maupun perwakilan warga sudah berulangkali melayangkan protes

Penulis: M Zezen Zainal Muttaqin | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/M ZEZEN ZAINAL M
Sejumlah warga melintasi jalan rusak yang berlubang besar di Kompleks Parahyangan Kencana (Parken), Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (7/2/2016). Kini, warga kembali mengungkapkan kekesalannya dengan memprotes pengembang agar segera menyerahkan akses jalan ke Pemkab Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Zezen Zainal M

SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga Kompleks Parahyangan Kencana (Parken), Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung menuntut pengembang perumahan tersebut yakni Perum Perumnas untuk segera menyerahkan akses jalan di perumahan tersebut kepada Pemkab Bandung. Pasalnya, warga berang karena sudah bertahun-tahun jalan di kompleks perumahan tersebut dibiarkan rusak parah tanpa pernah diperbaiki.

Salah seorang warga Kompleks Parahyangan Kencana Blok D, Zaenal Muttaqin (31), mengatakan sudah bertahun-tahun belasan kilometer jalan di perumahan terbesar di Kabupaten Bandung itu dibiarkan rusak oleh pengembang.

Padahal, warga baik secara individu maupun perwakilan warga sudah berulangkali melayangkan protes kepada pihak pengembang untuk meminta agar jalan yang kondisinya rusak parah dengan banyaknya kubangan air mirip kolam itu segera diperbaiki.

Setiap kali mengadukan persoalan jalan, lanjut dia, pengembang perumahan selalu menjanjikan akan segera memperbaiki, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki dan kondisinya malah makin rusak.

"Warga sudah bosan dibohongi terus oleh pengembang. Mereka hanya janji dan janji. Kalau tidak akan diperbaiki, lebih baik jalan di perumahan ini segera diserahkan ke Pemkab Bandung. Kami yakin Bupati Bandung akan lebih mendengarkan keluhan kami," ujar Zaenal kepada wartawan di Soreang, Selasa (9/2/2016).

Hal senada juga diungkapkan Beni Usman (53), warga lainnya. Beni juga mengaku sudah kesal dengan sikap pengembang perumahan. Warga sudah puluhan kali menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan kepada pengembang, namun tak sekali pun ditanggapi pengembang.

"Akibat kondisi jalan yang rusak parah tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu. Apalagi kalau hujan, jalan sudah seperti sungai. Tapi anehnya pengembang seperti menutup mata dengan kondisi tersebut," jelas Beni.

Selain itu, bila jalan di perumahan tersebut tak kunjung diperbaiki, ia yakin masyarakat akan berpikir ulang untuk membeli rumah di kompleks tersebut karena akses jalan masuk ke kompleks tersebut kondisinya rusak parah.

Ia berharap, bila pengembang tak mau memperbaiki akses jalan, lebih baik fasilitas jalan segera diserahkan kepada Pemkab Bandung.

"Kami minta jalan di perumahan ini segera diserahkan ke Pemkab karena kami yakin sampai kapan pun, pengembang tidak akan memperbaiki jalan perumahan. Percuma kalau berharap terus ke pengembang," kata Beni sambil geleng-geleng kepala. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved