Rabu, 15 April 2026

Dari Mimbar Wisuda, Stafsus Gugun Tegaskan: Pendidikan Islam Jadi Kunci Transformasi Bangsa

Wisuda ke-18 STAI Darul Falah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (10/12), berlangsung khidmat dan penuh semangat optimisme.

Istimewa
Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumelar 

TRIBUNJABAR.ID - Kab. Bandung Barat - Wisuda ke-18 STAI Darul Falah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (10/12), berlangsung khidmat dan penuh semangat optimisme. Pada kesempatan ini, Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Gugun Gumelar, hadir mewakili Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, untuk memberikan sambutan sekaligus pesan kebangsaan bagi para wisudawan.

Acara yang dihadiri ratusan peserta ini turut dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, jajaran pimpinan yayasan, para ulama, akademisi, serta keluarga besar STAI Darul Falah, sehingga suasana wisuda berlangsung hangat dan penuh apresiasi.

Dalam sambutannya, Gugun Gumelar menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan membawa salam hangat dari Menteri Agama RI. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama terus memperkuat pendidikan tinggi Islam sebagai fondasi kemajuan bangsa.

“Pendidikan tinggi Islam adalah hak sekaligus tanggung jawab kita bersama. Kemenag akan terus mempercepat program-progam strategis, termasuk percepatan pembukaan program S2 di STAI Darul Falah,” ujar Gugun.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Bandung Barat dan Jawa Barat secara umum. Penambahan jurusan baru, menurutnya, menjadi bagian dari peta jalan besar Kemenag dalam memperluas akses pendidikan Islam berkualitas.

Gugun kemudian memaparkan tiga arah kebijakan besar Kementerian Agama yang saat ini menjadi prioritas nasional. Ia menegaskan bahwa Kurikulum Cinta akan mulai diterapkan pada Januari mendatang.

“Kurikulum Cinta ini mengajarkan tasamuh, toleransi, dan moderasi beragama. Kita ingin seluruh satuan pendidikan menjadi ruang subur bagi harmoni dan kebinekaan,” tegasnya.

Kebijakan kedua adalah penguatan pendidikan ekoteologi, yaitu pendidikan yang menekankan bahwa keimanan seharusnya melahirkan kepedulian pada lingkungan. Gugun menyebut bahwa berbagai bencana ekologis akhir-akhir ini menjadi pengingat bahwa pendidikan agama harus memuat nilai-nilai pelestarian alam. Ia menilai peran ulama dan lembaga pendidikan sangat penting dalam memperkenalkan konsep ini kepada generasi muda.

Kebijakan ketiga adalah perluasan jejaring pendidikan Islam melalui kolaborasi internasional. Gugun mengungkapkan bahwa Kemenag telah menjalin kerja sama dengan banyak negara mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, hingga Australia.

“Kesempatan belajar di luar negeri terbuka sangat luas. Para wisudawan jangan ragu untuk melangkah. Dunia menunggu keberanian dan kapasitas kalian,” kata Gugun.

Di hadapan para wisudawan, ia juga menyampaikan pesan khusus mengenai kualitas diri yang perlu dipersiapkan. Ia menegaskan bahwa kapasitas intelektual, kedisiplinan, kerja keras, kemampuan bahasa asing, serta jaringan yang kuat adalah bekal utama untuk memasuki era baru. Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa era kecerdasan buatan dan Society 5.0 menuntut generasi muda untuk lebih adaptif dan berwawasan global.

Gugun menekankan bahwa Indonesia akan memasuki bonus demografi pada 2030, dan kesempatan besar ini hanya dapat dimanfaatkan melalui pendidikan.

“Kita membutuhkan anak muda yang berintegritas, berilmu, dan siap menghadapi tantangan global. Pendidikan adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Menutup pesannya, Gugun mengutip pepatah Lao Tse bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dari satu langkah. Ia menjelaskan bahwa hari wisuda merupakan langkah pertama bagi para lulusan untuk membangun masa depan mereka.

“Mulailah langkah terbaik kalian hari ini. Lingkungan yang baik akan mendorong kalian menjadi pribadi yang lebih besar,” tuturnya.

Wisuda ke-18 STAI Darul Falah menjadi momentum lahirnya generasi baru yang cerdas, moderat, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat Jawa Barat. Acara ditutup dengan doa dan harapan agar para lulusan terus membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved