Irpan Haeroni Dukung Program Makan Bergizi Gratis untuk Tingkatkan Kualitas SDM Generasi Muda
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Irpan Haeroni, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Irpan Haeroni, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Program yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan gizi yang masih dihadapi masyarakat, seperti stunting, kekurangan gizi, hingga rendahnya kualitas kesehatan anak
TRIBUNJABAR.ID, BEKASI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Irpan Haeroni, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak usia dini.
Menurut Irpan Haeroni, program yang menyasar peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan gizi yang masih dihadapi masyarakat, seperti stunting, kekurangan gizi, hingga rendahnya kualitas kesehatan anak.
Ia menilai, pemenuhan kebutuhan gizi yang baik akan memberikan dampak besar terhadap perkembangan fisik dan kemampuan akademik anak.
Dengan asupan makanan bergizi yang cukup, siswa dapat lebih fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar sehingga mampu meningkatkan prestasi pendidikan di masa depan.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Irpan Haeroni, Selasa (2/6/2026).
Sebagai anggota Komisi V DPRD Jawa Barat yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat, Irpan menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang ketat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus memenuhi standar gizi, kebersihan, dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.
“Pengawasan harus menjadi perhatian utama. Mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, distribusi, hingga penyajian kepada para penerima manfaat harus dilakukan secara profesional dan transparan,” katanya.
Irpan juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, serta penyedia layanan makanan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia berharap tidak ada kendala distribusi yang dapat mengurangi kualitas maupun manfaat program bagi masyarakat.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, Program MBG juga diyakini mampu memberikan efek positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Irpan mendorong agar kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut dapat melibatkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM lokal, khususnya di Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat secara umum.
Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Jika dikelola dengan baik, Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan manfaat ganda. Anak-anak mendapatkan asupan gizi yang berkualitas, sementara petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar. Inilah bentuk pembangunan yang menyentuh banyak sektor sekaligus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irpan berharap program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
| Ronny Hermawan : Jasa Guru Purnabakti Strada akan Selalu Dikenang Sepanjang Masa |
|
|---|
| H Junaedi, ST: Now For Climate, Saatnya Kembali Peduli Iklim dengan Menjaga Lingkungan Sekitar |
|
|---|
| Evaluasi MBG di Jateng Perlu Libatkan Pemerintah Daerah |
|
|---|
| Yayasan Nurul Huda Conggeang Mengaku Akun Makan Bergizi Gratis Diambil Alih Ilegal, Rekening Dikuras |
|
|---|
| SPPG di Pangandaran Terancam Hentikan Sementara Program MBG akibat Dana dari Pusat Belum Cair |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Irpan-Haeroni-dukung-pelaksanaan-MBG.jpg)