Senin, 8 Juni 2026

Aten Munajat: UTBK-SNBT Harus Jadi Simbol Keadilan Pendidikan, Bukan Sekadar Seleksi

Aten Munajat, menekankan pentingnya transformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Aten Munajat
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat, menekankan pentingnya transformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia 
Ringkasan Berita:
  • Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat, menekankan pentingnya transformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia
  • Aten menyoroti kesenjangan akses yang masih sering terjadi antara siswa di wilayah perkotaan dan perdesaan
  • Aten berharap kebijakan pendidikan ke depan lebih fokus pada penghapusan sekat-sekat geografis yang selama ini menjadi kendala bagi siswa daerah untuk tampil di kancah nasional

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Aten Munajat, menekankan pentingnya transformasi sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) seharusnya tidak hanya dipandang sebagai alat penyaring mahasiswa baru, tetapi harus bertransformasi menjadi simbol keadilan sosial dalam dunia pendidikan.

Aten menyoroti kesenjangan akses yang masih sering terjadi antara siswa di wilayah perkotaan dan perdesaan.

Ia mendorong agar negara memastikan setiap siswa, dari manapun asalnya, memiliki peluang yang setara untuk bersaing memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri.

"UTBK-SNBT harus jadi simbol keadilan pendidikan, bukan sekadar seleksi. Kita harus mendorong agar setiap siswa, baik di kota maupun desa, punya kesempatan yang sama untuk bersaing," ujar Aten dalam keterangan resminya.

Meski menyepakati bahwa standar seleksi harus tetap ketat untuk menjaga mutu lulusan, Aten menegaskan bahwa hal tersebut harus dibarengi dengan pemerataan kualitas fasilitas pendidikan di seluruh daerah.

"Seleksi boleh ketat, tapi akses dan kualitas pendidikan harus merata. Jangan sampai potensi besar anak bangsa di pelosok desa terhambat hanya karena keterbatasan fasilitas penunjang seleksi," katanya.

Pandangan ini sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci kemajuan bangsa.

Aten berharap kebijakan pendidikan ke depan lebih fokus pada penghapusan sekat-sekat geografis yang selama ini menjadi kendala bagi siswa daerah untuk tampil di kancah nasional.
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved