Seorang murid baru kelas X mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa (Tamsis), Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025).
Sejak beroperasi pada 1922, SMA Tamansiswa (Tamsis) Kota Bandung yang didirikan Ki Hajar Dewantara ini telah melahirkan banyak tokoh, mulai dari Gubernur Jabar hingga atlet nasional dan masa jaya sekolah ini terjadi pada 1980-an.
Namun sejak kebijakan zonasi berlaku ditambah kuota 50 siswa di sekolah negeri, peminat ke sekolah ini terus menurun. Puncaknya pada tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini hanya memiliki seorang murid baru di kelas X dari total 23 murid di SMA Tamansiswa.
Meski saat ini hanya ada satu siswa baru, pihak sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan pengajaran yang maksimal.
Berikut foto-foto seorang murid baru kelas X yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa, Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025).
Seorang murid baru kelas X mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa (Tamsis), Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Seorang murid baru kelas X mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa (Tamsis), Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Seorang murid baru kelas X mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa (Tamsis), Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)Seorang murid baru kelas X mengikuti kegiatan belajar mengajar di Ruang Laboratorium Komputer SMA Tamansiswa (Tamsis), Jalan Tamansiswa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (25/7/2025). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)