Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh
Bupati Cianjur periode tersebut wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, pada sekitar pukul 17.10 WIB, Kamis (24/7).
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ribuan warga mengantarkan jenazah almarhum mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh ke pemakaman keluarga di Kampung Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Bupati Cianjur periode 2006 - 2016 tersebut wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, pada sekitar pukul 17.10 WIB, Kamis (24/7/2025).
Jenazah almarhum yang juga mantan anggota DPR RI Fraksi Nasdem periode 2019 - 2024 itu, kemudian dibawa pihak keluarga dan tiba di rumah duka di Perumahan Belka Residence, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kabupaten Cianjur pada pukul 20.00 WIB, Kamis (24/7/2025) malam.
Setelah sempat disemayamkan satu malam di rumah duka, jenazah Tjetjep Muchtar Soleh kemudian dibawa ke Masjid Agung Cianjur untuk disalatkan usai salat jumat, pada Jumat (25/7/2025).
Jenazah kemudian diantarkan keluarga dan didampingi kerabat juga kolega serta ribuan masyarakat Cianjur ke pemakaman keluarga di Kampung Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id, beberapa petinggi partai politik seperti Sekertaris Jendral DPP PAN Eddy Soeparno, dan Ketua DPW Nasdem Saan Mustofa melakukan takziah ke rumah duka.
"Kami mewakili keluarga bapak Tjetjep Muchtar Soleh, ingin menyampaikan kepada seluruh yang mengenali beliau, apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan, didoakan orangtua kami. Mudah-mudahan amal ibadahnya, dan iman islamnya diterima Allah swt," kata menantu Tjetjep Muchtar Soleh yang kini menjabat Bupati Cianjur Mochammad Wahyu Ferdian.
Wahyu mengungkapkan, almarhum merupakan sosok orangtua yang bijak dan banyak memberikan nasihat, terutama nasihat agama.
"Selayaknya orangtua, ingin melihat anaknya yang terbaik bagi anak-anaknya, selalu mengingatkan kegiatan, juga tindakan kita agar ingat kepada allah diniatkan kepada Allah Swt," ucap Wahyu.
Selain itu, Wahyu mengatakan almarhum memiliki riwayat penyakit tumor otak dan stroke sebelum dinyatakan tutup usia.
"Pak Tjetjep Muchtar Soleh, atau ayah kami semua, memiliki riwayat operasi tumor otak sebelumnya, lalu kemudian pada Senin (21/7/2025) kemarin, mengalami serangan lagi. Kami bawa ke RSUD Sayang Cianjur," kata Wahyu.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis saraf di RSUD Sayang Cianjur, harus dirujuk ke rumah sakit lanjutan, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Borromeus Bandung.
"Saat rumah sakit di Bandung, beliau langsung dilakukan tindakan. Jadi pertama beliau mengalami serangan stroke, dan segera ditindakan untuk menghilangkan sumbatan, dan berhasil lalu istirahat satu hari," katanya.
Wahyu mengatakan, almarhum kembali mengalami serangan stroke kedua yaitu dengan jenis berbeda pecah pembuluh darah. Sehingga harus dilakukan tindakan operasi segera.
"Setelah dioperasi, kondisinya tidak stabil, dan masuk ke ICU, namun kondisinya terus mengalami penurunan. Akhirnya beliau tutup usia," katanya.
| Respons Dedi Mulyadi Soal Jalan Ledok di Cianjur, Senggol Bupati Alokasikan Anggaran Rekonstruksi |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Soal Curhatan Wanita di Cianjur Ngadu Jalan Rusak di Cikidang |
|
|---|
| Carut-marut Lahan Bong Wanacala Cirebon: Antara RTH, Klaim Keraton dan Dugaan Jual Beli oleh Oknum |
|
|---|
| Tragedi Hajatan di Purwakarta: Pemakaman Dadang Diiringi Tangis Keluarga, Saudara Hampir Pingsan |
|
|---|
| Momen Haru Wagub Erwan Setiawan Dialog dengan Ayah Almarhum Mayor Zulmi di Rumah Duka Cimahi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Cianjur-Periode-2006-2016-Tjeptjep.jpg)