Kamis, 4 Juni 2026

Handmade Batik di atas Keramik, Inovasi Seni Karya Taurisia Wijaya

Lahir dari keluarga pembuat keramik, Taurisia sebenarnya mewarisi keahlian ayahnya yang membuat keramik cetakan seperti pentarpon.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
tribunjabar.id / Nappisah
Taurisia Y. T. Wijaya Owner Lion Keramik saat ditemui di Trans Convention Centre, Sabtu (19/7/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - TAURISIA Y. T. Wijaya tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaan masa kecilnya membuat mainan dari tanah liat akan menjadi fondasi kariernya di dunia seni tembikar.

“Saya dari kecil suka bikin-bikin karena nggak punya mainan. Kalau ulang tahun nggak ada yang ngasih kado. Orang tua selalu bilang, kalau mau sesuatu, ya bikin sendiri,” ujarnya, saat berbincang dengan TribunJabar.id, di Trans Convention Centre, Sabtu (19/7/2025).

Pengalaman itu membentuk kebiasaannya untuk terus menciptakan, bukan membeli.

Lahir dari keluarga pembuat keramik, Taurisia sebenarnya mewarisi keahlian ayahnya yang membuat keramik cetakan seperti pentarpon.

Namun, ia memilih jalur berbeda. Taurisia ingin membawa keramik ke ranah seni, bukan hanya kerajinan.

“Kalau bapak lebih ke produksi, saya lebih suka eksplorasi bentuk dan seni,” tuturnya.

Karya pertamanya adalah sepatu kura-kura, benda kecil yang ia bentuk dari tanah liat. Kini, ia menjadi pendiri Lion Keramik, sebuah brand keramik handmade yang dikenal karena ciri khasnya: batik pada keramik.

Semua proses dilakukan manual mulai dari membentuk, mengukir, hingga mewarnai.

Taurisia menciptakan teknik membatik di atas keramik, media keras yang menantang. Biasanya, batik hanya ditemukan di atas kain. Inovasi ini ia daftarkan hak ciptanya.

“Saya ingin ada nilai budaya yang tetap hidup, tapi dengan pendekatan yang berbeda,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved