Bos Adaro Boy Thohir Pulang Kampung: Siap Bedah 200 Rumah, Bangun JPO dan 2 Bioskop di Majalengka

Di hadapan Bupati Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, ia menunaikan janji politik yang pernah ia ucapkan ketika mendukungnya.

Tribuncirebon.com / Adhim Mubaroq
Garibaldi Thohir atau yang akrab disapa Boy Thohir kembali menapakkan kaki di tanah leluhurnya, Majalengka. 

Laporan Kontributor Adim Mubaroq

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Nama besar pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir kembali menghiasi pemberitaan, kali ini bukan soal guratan kinerja PT Adaro Energy Indonesia Tbk—perusahaan energi yang ia pimpin—melainkan tekadnya “membalas budi” kepada tanah leluhurnya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Lahir di Bandar Lampung pada 1 Mei 1965, Boy menyimpan darah Majalengka dari sang ibu yang berasal dari Kadipaten.

Titik itulah akar emosionalnya yang membawanya kembali ke Pendopo Kabupaten Majalengka, Sabtu 12 Juli 2025.

Di hadapan Bupati Eman Suherman dan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, ia menunaikan janji politik yang pernah ia ucapkan ketika mendukung pasangan Eman‑Dena di Pilkada 2024.

“Saya memang janji waktu itu mau bangun bioskop. Ini bentuk kontribusi saya balik ke tanah kelahiran orang tua saya, ibu saya, di Kadipaten, Majalengka,” ucapnya penuh rasa bangga.

Dua Bioskop Sekaligus, Sasar Kadipaten & Eks Pasar Lama

Tak tanggung‑tanggung, Boy berencana menghadirkan dua bioskop. Lokasi pertama menempati Kecamatan Kadipaten—kampung halaman sang ibu—sementara layar lebar kedua bakal berdiri di kawasan eks Pasar Lama Majalengka Wetan.

Area pasar lama itu akan bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan modern, lengkap dengan tenant gaya hidup, di mana Boy menggandeng pengembang berpengalaman untuk menata mal sedangkan bioskop tetap ia bangun sendiri.

“Saya kan pernah janji mau bangun bioskop, kontribusi balik lah ke tanah kelahiran orangtua saya di Kadipaten,” tegasnya sekali lagi setelah menyampaikan rencana detil tersebut.

Jembatan Penyeberangan Orang Demi Keselamatan Warga

Komitmen Boy tak berhenti di layar perak. Ia menggagas jembatan penyeberangan orang (JPO) yang membentang dari depan pos hingga menjangkau Gedung DPRD Majalengka.

Infrastruktur ini diharapkan memecah kepadatan lalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan pejalan kaki di pusat kota.

“Tadi juga insyaallah saya mau bangun jembatan penyeberangan, dari depan pos ke arah Dewan,” tuturnya, menekankan pentingnya akses aman di jalur strategis tersebut.

200 Bedah Rumah, Rp 25 Juta per Unit

Sejalan dengan misi sosialnya, Boy meluncurkan program bedah rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah. Sebanyak 200 unit hunian akan direnovasi dengan alokasi Rp 25 juta per rumah—dimulai dari Kadipaten, kemudian merambat ke wilayah lain di Majalengka.

“Karena menurut saya, rumah itu tempat mendidik anak‑anak kita. Kalau rumahnya tidak sehat, mana bisa anak‑anak kita tumbuh jadi pintar,” kata Boy, menjelaskan filosofi di balik bantuan tersebut.

Ia mempercayakan pendataan penerima kepada pemerintah daerah. “Nanti Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati yang memilih penerimanya. Saya ingin rumah itu bisa jadi tempat tumbuhnya anak‑anak cerdas dan sehat,” imbuhnya.

Kilas Balik Karier: Dari WOM Finance ke Raksasa Energi

Di luar komitmen filantropi, rekam jejak Boy di jagat usaha memang tak terbantahkan. Lulusan University of Southern California dan Northrop University, Amerika Serikat, itu memulai langkah besar ketika mendirikan WOM Finance di penghujung 1990‑an.

Tak lama berselang, ia mengakuisisi PT Adaro Indonesia, kemudian membawa entitas pertambangan tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2008.

Kini, Adaro dikenal bukan hanya sebagai raksasa batu bara Asia Tenggara, tetapi juga pemain yang mulai serius merambah energi terbarukan, reklamasi pascatambang, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Portofolio Boy sempat melebar ke dunia teknologi saat ia menjabat Komisaris Utama Gojek dan menorehkan kiprah di sejumlah sektor strategis lainnya.

Harapan Baru untuk Majalengka

Kehadiran bioskop ganda, JPO modern, dan 200 rumah layak huni praktis membuka babak baru bagi Majalengka—kabupaten agraris yang kian giat menata diri menjadi destinasi investasi. Warga setempat menantikan multiplier effect berupa lapangan kerja, geliat ekonomi kreatif, hingga peningkatan kualitas hidup.

Boy Thohir telah menunjukkan bahwa keberhasilan di kancah nasional tak membuatnya alpa pada akar. Lewat deretan proyek bernapas people‑centric ini, ia mengirim pesan sederhana namun kuat: pulang kampung bukan sekadar nostalgia, melainkan momentum menenun masa depan bersama.

Dengan kontribusi nyata putra daerahnya, Majalengka bersiap menyalakan lampu sorot—bukan hanya di dalam gedung bioskop, tetapi juga di hati warganya yang kini menyala kembali penuh harap.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved