Sabtu, 16 Mei 2026

Sosialisasi JKN, Bupati Sumedang Seru Masyarakat Tingkatkan Pemahaman dan Optimalkan Manfaat

Dony Ahmad Munir terus berupaya untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Dok Humas Pemkab Sumedang
EDUKASI - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir bersama Gerakan Edukasi Bersama (Gema) Komunitas Paham Sistem (Kompas) JKN BPJS Kesehatan di Aula Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Rabu (9/7/2025). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir terus berupaya untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Seperti yang dilakukan Dony Ahmad Munir bersama Gerakan Edukasi Bersama (Gema) Komunitas Paham Sistem (Kompas) JKN BPJS Kesehatan yang digelar di Aula Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Rabu (9/7/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran BPJS Kesehatan Pusat dan Kedeputian Wilayah 5 Jawa Barat, Kepala DPMD Widodo, Kepala Dinas Sosial Ani Gestapiani, Camat Cimalaka Ayuh Hidayat, serta ratusan peserta sosialisasi se-Kecamatan Cimalaka.

Bupati Dony Ahmad Munir menekankan pentingnya kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat.

"Hari ini kita bersama Direktorat BPJS Pusat melakukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, mulai dari manfaat BPJS, pembayaran iuran, pemanfaatan layanan, hingga mekanisme rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit," jelas Bupati.

Ia berharap, melalui sosialisasi, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjadi peserta JKN dan mampu menggunakan layanan BPJS dengan benar dan optimal.

"Kalau sudah paham, masyarakat tidak lagi bingung atau salah persepsi saat butuh layanan. Bahkan, soal tunggakan dan cara pembayaran bisa dijelaskan dengan baik," katanya. 

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati menjelaskan, BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik, bukan BUMN dan bertanggung jawab menjalankan program JKN untuk seluruh rakyat Indonesia.

"Per Mei 2025, sudah ada 279 juta penduduk atau sekitar 98 persen yang menjadi peserta JKN. Ini adalah prestasi luar biasa dan menjadikan BPJS Kesehatan sebagai single payer insurance terbesar di dunia," katannya. 

Ia juga menegaskan pentingnya edukasi dan literasi masyarakat, terutama di era media sosial yang rentan terhadap misinformasi.

"Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi yang menyesatkan dari media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami membuka ruang pengaduan melalui berbagai kanal dari kantor cabang hingga media sosial dan semua laporan akan kami tindak lanjuti," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved